Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pandji Bandingkan FPI dengan NU dan Muhammadiyah, Ini Jawaban Telak Gus Miftah

Gus Miftah memberi jawaban telak soal pernyataan Pandji Pragiwaksono yang mengatakan organisasi massa Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah jauh dari rakyat.
Andhika Anggoro Wening
Andhika Anggoro Wening - Bisnis.com 23 Januari 2021  |  13:41 WIB
Gus Miftah - Instagram @gusmiftah
Gus Miftah - Instagram @gusmiftah

Bisnis.com, JAKARTA - Gus Miftah memberi jawaban telak soal pernyataan Pandji Pragiwaksono yang mengatakan organisasi massa Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah jauh dari rakyat. Ia mengatakan, pernyataan Pandji yang mengambil dari pendapat sosiolog, Thamrin Amal Tamagola itu tidak pada tempatnya. 

"Pandji itu ngelucu di waktu dan tempat yang salah. Mbok cari (materi lawak) yang lain. Ngomong yang lain, jangan NU Muhamnadiyah, jika kamu tidak tahu," kata Gus Miftah dalam podcast Close the Door milik Deddy Corbuzier yang ditayangkan pada Jumat, 22 Januari 2021. 

Pandji membuat podcast menanggapi keputusan pemerintah melarang FPI. Video berjudul, FPI Dibubarin Percuma Feat. Afif Xavi & Fikri Kuning yang diunggah di kanal Youtubenya pada 3 Januari 2021. Pandji menyatakan pendapatnya soal efektivitas pembubaran FPI sebagai organisasi. Saat itulah, Pandji menyitir pernyataan Thamrin pada 2012 soal FPI di mata masyarakat. 

Karena kata Pak Thamrin Tomagola, pintu rumahnya ulama-ulama FPI kebuka untuk warga. Jadi kalau orang mau datang bisa. 'Lu mau apa, ya lu ngobrol sama gua'. Nah yang NU dan Muhammadiyah karena udah terlalu tinggi dan elitis warga tuh nggak ke situ, warga justru ke nama-nama besarnya FPI."  Dalam podcast itu, salah satu contohnya, saat ada ibu-ibu mengadu anaknya ditolak sekolah, FPI memberikan surat ke sekolah agar anak yang dimaksud diterima.

Pernyataan inilah yang membuat kesal Gus Miftah. "Saya tidak mengomentari Pandji bela FPI, itu pilihan dia, tapi dia membandingkan FPI dengan NU, organisasi saya. Tidak pas dia bandingkan FPI dengan NU apalagi mengatakan NU jauh dari rakyat. Ini data dari mana?" katanya. 

Gus Miftah diingatkan Deddy Corbuzier untuk menonton podcast itu hingga selesai dan tidak menggunakan video yang viral sepanjang 1 menit 24 detik. "Saya sudah nonton fullnya, bahkan lebih parah," jawab Gus Miftah. 

Menurut Gus Miftah, sikap Pandji membandingkan FPI dengan NU-Muhammadiyah amat ngawur. "Enggak matching, NU-Muhammadiyah hampir seabad sama FPI yang berdiri belum lama," katanya. 

Soal pendidikan, kata dia, di NU ada ribuan madrasah gratis. Pondok pesantren gratis. "Gua punya 200 siswa pesantren, keluar duit banyak, untuk keberlangsungan anak-anakku, ini kok cuma dibandingkan dengan selembar surat FPI biar diterima sekolah," katanya kesal.

Dalam hal musibah, kata Gus Miftah, NU selalu hadir. "Martapura banjir, kamu juga lihat Banser turun, Muslimat turun, Fatayat turun. ada Ansor, semua turun. Orang bantu bansos itu macam-macam, ada yang kerja tapi enggak pasang bendera, ada juga yang enggak kerja tapi pasang bendera," ucap pemilik Pondok Pesantren Ora Aji yang diisi kelompok marjinal itu. 

Ia meminta Pandji agar mencari tahu dulu sebelum berbicara. "Pandji kalau mau tahu NU Muhammadiyah, tanya ahlinya. Tabayun dulu. Kalau begini kan jadi provokatif, konteksnya enggak pas. Lagi ayem-ayem enggak ada konflik FPI-NU, tahu-tahu ada begini. Masak organisasi satu abad dibandingkan dengan FPI, aduh," katanya menambahkan. 

Gus Miftah meminta Deddy Corbuzier agar menyampaikan kepada Pandji Pragiwaksono. Menurut dia, masalah ini akan semakin membesar. "Karena belum banyak yang tahu. Gue tahu Pandji temen lu, sampaikan ke Pandji," katanya. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

deddy corbuzier muhammadiyah fpi nahdlatul ulama
Editor : Andhika Anggoro Wening
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top