Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Masker jadi Hambatan Komunikasi Orang dengan Gangguan Pendengaran

Sebuah survei terbaru menunjukkan sekitar 95 persen responden melaporkan penutup wajah berdampak buruk pada kemampuan mereka untuk berkomunikasi dengan orang lain selama pandemi berlangsung.
Syaiful Millah
Syaiful Millah - Bisnis.com 27 Januari 2021  |  18:45 WIB
Masker berkatup
Masker berkatup

Bisnis.com, JAKARTA – Kendati peneliti menemukan bahwa masker efektif dalam membantu mencegah penyebaran virus corona baru, tapi hal itu tidak ideal bagi mereka yang hidup dengan gangguan pendengaran.

Sebuah survei terbaru menunjukkan sekitar 95 persen responden melaporkan penutup wajah berdampak buruk pada kemampuan mereka untuk berkomunikasi dengan orang lain selama pandemi berlangsung.

Dilansir dari Fox News, Rabu (27/1) dalam upaya mempelajari tentang bagaimana pandemi telah memengaruhi mereka yang hidup dengan gangguan pendengaran, Hearing Loss Association of America (HLAA) mensurvei 1.399 orang di negara itu dengan 85 persen responden berusia 55 tahun atau lebih.

Lebih khusus lagi, diperkirakan 52 persen peserta telah menderita kondisi tersebut selama lebih dari 30 tahun, dengan 75 persen melaporkan bahwa mereka menggunakan alat bantu dengar dan 32 persen lainnya mengatakan memiliki setidaknya satu implan koklea.

Secara keseluruhan, diperkirakan 95 persen peserta melaporkan bahwa masker dan penutup wajah telah menciptakan hambatan komunikasi sejak pandemi dimulai. 89 persen mengatakan pandemi secara khusus disebabkan aksesibilitas, yaitu kemampuan membelai bibir karena masker wajah membuat percakapan menjadi lebih sulit.

Dalam survei yang sama, sekitar 35 persen responden mengatakan bahwa mereka mengalami kurangnya empati dari orang lain atas gangguan pendengaran yang mereka alami selama pandemi Covid-19 berlangsung.

Selain itu, survei juga menunjukkan bahwa 70 persen dari mereka yang mengalami gangguan pendengaran mengatakan mereka jadi lebih dasar akan gangguan pendengaran sejak pandemi dimulai dan 46 persen mengatakan pandemi membuat mereka mencari solusi gangguan pendengarannya.

Terlebih lagi, banyak peserta penelitian melaporkan bahwa penderitaan akibat gangguan pendengaran di tengah pandemi telah memengaruhi kesehatan mental mereka. Sekitar 67 persen responden mengatakan bahwa mereka memiliki perasaan cemas.

63 persen melaporkan memiliki perasaan terisolasi dan 47 persen mengatakan mereka merasa kesepian. Seentara itu, sekitar 22 persen mengatakan mereka memilki perasaan bingung dan 21 persen memiliki perasaan sering lupa.

Barbara Kelly, direktur eksekutif HLAA mengatakan penelitian telah lama menunjukkan gangguan pendengaran yang tidak diobati dapat berdampak negatif terhadap kualitas hidup seseorang. Dengan masker dan jarak fisik, dampak pandemi pada orang dengan gangguan pendengaran sangat besar.

“Hasil survei memperkuat tantangan besar dengan masker untuk komunitas gangguan pendengaran dan banyak yang meminta populasi yang lebih besar berinvestasi dalam masker wajah yang aman dan jelas,” katanya dalam sebuah pernyataan.

Survei HLAA selanjutnya mengkonfirmasi laporan sebelumnya bahwa masker membuat masalah pendengaran menjadi lebih jelas. Faktanya, kesulitan seperti itu mengilhami seorang pria tuli di Florida untuk membuat masker wajah berjendela khusus untuk pembaca bibir


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona masker
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top