Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Cara Antisipasi dari Peretasan dan Pencurian Data online

Biasanya tindakan ini dilakukan oleh para hacker untuk meretas suatu website demi mengambil keuntungan. Bahkan juga bisa data data yang tersimpan dalam website diretas atau hilang akibat ulah pihak yang tidak bertanggung jawab.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 27 Januari 2021  |  14:23 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA - Di masa pandemi penggunaan internet semakin meningkat. Apalagi  di zaman sekarang  yang serba digital, aksi kriminal pun juga merambah ke dunia internet.

Biasanya tindakan ini dilakukan oleh para hacker untuk meretas suatu website demi mengambil keuntungan. Bahkan juga bisa data data yang tersimpan dalam website diretas atau hilang akibat ulah pihak yang tidak bertanggung jawab.

Maka dari itu, website memang harus mempunyai sistem keamanan yang tepat, agar aman.

Direktur Marketing iFree Group Indonesia, Rizal Bin Mohd Malik menjelaskan ada beberapa langkah antisipasi menghindari website diretas. Salah satunya dengan memanfaatkan perusahaan jasa keamanan siber. 

Dia mengatakan sistem keamananan yang ditawarkan perusahaan inipun beragam. Semisal WEBCastle (Web Application Firewall), WSFinder (Anti-WebShell),WMDS (Website Malware Detection System), dan UWSS (Unified Web Security Service).

WEBCastle  adalah produk perangkat lunak yang ditentukan untuk keamanan aplikasi website. Perangkat ini dapat mendeteksi dan memblokir serangan di situs website atau server website seperti SQL Injection dan XSS.

Kemudian, ada WSFinder produk perangkat lunak yang mendeteksi dan mengkarantina /menghapus skrip web shell-a dipasang oleh hacker untuk menjalankan perintah di server web yang dipasang di server web.

Ada juga WMDS, merupakan produk yang dioptimalkan untuk pendeteksian yang dapat memantau distribusi kode berbahaya di situs web.

Yang lainnya adalah UWSS, menyediakan keempat layanan keamanan website di atas dalam sewa bulanan yang reasonable di platform cloud, menyajikan rencana teknis yang komprehensif untuk melindungi situs web dan server web.

Perusahaan ini juga harus bisa memberikan sistem manajemen terpusat dan terpadu di cloud, sehingga customer dapat menyebarkan dan menggunakannya langsung tanpa perangkat keras tambahan. 

"Perusahaan kami sendiri berpartnet dengan F1Security di Indonesia, perusahaan khusus perlindungan keamanan informasi Korea yang berada di bawah naungan KISA. Perusahaan ini telah ditetapkan sebagai perusahaan layanan profesional perlindungan informasi oleh Ministry of Science and ICT," ujarnya dalam keterangan tertulisnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

hacker serangan siber
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top