Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Epidemiolog : Vaksin Sinovac Boleh dan Aman untuk Lansia

Menurutnya, jika penduduk lansia tidak diprioritaskan mendapatkan vaksin, maka angka hospitalisasi akan meningkat dan RS kewalahan.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 29 Januari 2021  |  12:29 WIB
Kemasan vaksin Covid-19 diperlihatkan di Command Center serta Sistem Manajemen Distribusi Vaksin (SMDV), Bio Farma, Bandung, Jawa Barat, Kamis (7/1/2021). ANTARA FOTO - M Agung Rajasa
Kemasan vaksin Covid-19 diperlihatkan di Command Center serta Sistem Manajemen Distribusi Vaksin (SMDV), Bio Farma, Bandung, Jawa Barat, Kamis (7/1/2021). ANTARA FOTO - M Agung Rajasa

Bisnis.com, JAKARTA - Epidemiolog Universitas Indonesia Pandu Riono mengatakan jika vaksin covid-19 buatan Sinovac boleh dan aman digunakan untuk lansia.

Menurutnya, jika penduduk lansia tidak diprioritaskan mendapatkan vaksin, maka angka hospitalisasi akan meningkat dan RS kewalahan.

"Jumlah kematian juga meningkat," ujarnya di akun twitter pribadinya.

Dia juga menegaskan pemerintah harus serius mengatasi dampak pandemi dengan memprioritaskan vaksinasi sinovac pada lansia.

"Sinovac boleh dan aman diberikan pada lansia," tegasnya. 

Saat ini, pemberian vaksin sinovac di Indonesia masih pada tahap prioritas utama yakni tenaga medis dan pegawai layanan publik.

Untuk lansia usia 60 tahun ke atas, menurut petunjuk teknis pelaksanaan vaksin covid-19 yang dikeluarkan Kemenkes, vaksinasi akan dilakukan pada periode Januari hingga April 2021. 

Pemberian vaksin pada lansia memang masih diperdebatkan saat ini. Beberapa vaksin masih dianggap belum layak diberikan pada lansia, karena uji klinis belum diberikan untuk kategori tersebut. Termasuk juga untuk anak-anak dan ibu hamil.

Misalnya saja, pemerintah Jerman telah menyarankan agar vaksin Oxford-AstraZeneca tidak diberikan kepada mereka yang berusia 65 tahun ke atas.

Alasannya, karena kurangnya data tentang kemanjuran vaksin pada kelompok usia ini.

Komite tetap vaksinasi dari Robert Koch Institute, badan pengontrol penyakit Jerman, mengungkapkan bahwa tidak ada cukup data untuk menilai seberapa efektif vaksinasi di atas 65 tahun.

Dalam studi Lancet yang dirilis tahun lalu, para peneliti mengatakan tidak ada cukup kasus Covid-19 di antara orang dewasa yang lebih tua pada saat itu untuk mengeksplorasi atau menguji seberapa baik vaksin melindungi mereka dari penyakit tersebut.

“Kemanjuran vaksin pada kelompok usia yang lebih tua tidak dapat dinilai tetapi akan ditentukan, jika data yang cukup tersedia, dalam analisis di masa mendatang setelah lebih banyak kasus terkumpul,” ungkap Robert Koch Institute dalam studi tersebut.

Namun, di beberapa negara vaksinasi untuk lansia sudah diberikan. Semisal di Brasil untuk nenek berusia 97 tahun, dan di Inggris juga lansia mendapatkan suntikan vaksin Pfizer.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sinovac Vaksin Covid-19
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top