Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Cerita Penyintas Covid-19, Mencium Bau Aneh Selama Berbulan-bulan

Kehilangan indera penciuman adalah gejala umum virus corona baru. Banyak di antara pasien yang mendapatkannya kembali setelah pulih, tapi banyak juga pasien yang menderita parosmia selama berbulan-bulan.
Syaiful Millah
Syaiful Millah - Bisnis.com 29 Januari 2021  |  16:41 WIB
Hidung - Istimewa
Hidung - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Beberapa penderita Covid-19 mengembangkan indera penciuman aneh, yang membuat mereka ingin muntah terhadap sejumlah aroma yang diciumnya dalam aktivitas sehari-hari.

Kehilangan indera penciuman adalah gejala umum virus corona baru. Banyak di antara pasien yang mendapatkannya kembali setelah pulih, tapi banyak juga pasien yang menderita parosmia selama berbulan-bulan.

Kondisi tersebut mendistorsi bau dan telah membuat beberapa aroma di antaranya sangat tidak menyenangkan bagi pasien. Duika Burges Watson, dosen kedokteran di Newcastle University mengatakan telah melihat perubahan pengalaman pasien yang terinfeksi Covid-19.

"Sementara sebagian besar pulih dalam beberapa minggu, banyak yang masih mengalami masalah lain termasuk distorsi aroma, perubahan rasa penurunan berat badan, depresi, dan tidak nafsu makan," katanya seperti dikutip Metro UK, Jumat (29/1).

Clare Freer, penyintas Covid asal Inggris telah mengonsumsi keju dan roti setiap hari selama 7 bulan karena ada begitu banyak hal yang mengeluarkan bau, yang membuatnya sakit kepala dan ingin muntah.

Dia terjangkit virus corona pada Maret tahun lalu, merasakan indera penciuman nya kembali sebentar pada Mei dan mulai menyadari hal-hal berbau tidak sedap pada Juni. Sekarang, dia tidak tahan dengan bau bawang, kopi, daging, buah, alkohol, pasta gigi, parfum, bahkan air keran.

"Air memiliki bau kimia yang mengerikan, sehingga bahkan hanya bangun di pagi hari dan mandi adalah hal yang menakutkan," katanya kepada Metro UK.

Freer mulai mengonsumsi vitamin karena khawatir tentang kekurangan nutrisi, setelah memperhatikan bahwa rambutnya sudah mulai rontok dan tulangnya terasa tidak nyaman setiap kali dia bangun tidur.

Dia bahkan mengklasifikasikan gejala yang dialaminya sebagai 'cacat'. Kendati dia tetap bisa berjalan dan berbicara normal, tapi gejala itu sangat mengganggu dan membatasi aktivitas sehari-harinya.

Selain Freer, ada juga Kristy Woodbridge yang memiliki pengalaman serupa sejak memperhatikan bau mengerikan pada awal Januari tahun ini. Dia dinyatakan positif Covid-19 pada Oktober tahun lalu.

Menurutnya, ada bau limbah busuk terbakar atau cerutu hitam yang terus tercium dari arah dekat, ketika melakukan berbagai aktivitas seperti mengambil cucian dari mesin cuci. "Saya berpikir untuk mengkespos otak atau tubuh dengan banyak bau dan aroma, mungkin itu akan membantu," tuturnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona Covid-19
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top