Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bill Gates : Pandemi Berikutnya Bisa Lebih Berbahaya dari Letusan Super Yellowstone

Sebelumnya, tepatnya pada 2015, Gates telah memperingatkan dunia tentang penyakit X yang tidak diketahui tapi dapat menjadi bencana global dan menghentikan dunia. Dia berbicara hal ini pada acara Ted Talk 2015 sebelum pada 2019 terjadi kasus Covid-19.
Syaiful Millah
Syaiful Millah - Bisnis.com 11 Februari 2021  |  17:10 WIB
Bill Gates - Istimewa
Bill Gates - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Pendiri Microsoft Bill Gates menyatakan bahwa pandemi berikutnya bisa lebih mematikan daripada letusan super Yellowstone yang pernah terjadi dan berdampak sangat luas di seluruh dunia.

Sebelumnya, tepatnya pada 2015, Gates telah memperingatkan dunia tentang penyakit X yang tidak diketahui tapi dapat menjadi bencana global dan menghentikan dunia. Dia berbicara hal ini pada acara Ted Talk 2015 sebelum pada 2019 terjadi kasus Covid-19.

Sejak pertama kali ditemukan, pandemi virus corona baru telah merenggut jutaan nyawa manusia di berbagai penjuru dunia. Kini, Gates kembali memperingatkan wabah virus berikutnya bakal lebih mematikan dan lebih besar daripada letusan Yellowstone.

Dalam sebuah wawancara dengan jurnalis sains Derek Muller di kanal YouTube, Gates mengatakan penulis favoritnya Vaclav Smil menulis tentang semua jenis potensi bencana seperti risiko asteroid dan letusan Gunung berapi.

"Faktanya, dia menunjukkan bahwa pandemi secara signifikan merupakan hal yang lebih besar, selain dari perang nuklir buatan manusia, yang harus lebih dipersiapkan," katanya seperti dikutip Express UK, Kamis (11/2).

Dia melanjutkan pasti akan ada lebih banyak pandemi. Salah satu asalannya adalah cara manusia berinteraksi dengan spesies lain seperti kelelawar atau monyet, di mana virus akan melintasi penghalang spesies.

Namun, dengan belajar dari wabah Covid-19, manusia bisa lebih siap dalam menghadapi pandemi berikutnya. "Kita dapat meningkatkan kesiapsiagaan sehingga tidak memiliki korban tewas yang mendekati jumlah saat ini," imbuhnya.

Letusan Gunung Yellowstone tidak hanya akan membunuh ratusan ribu orang di barat laut Amerika Serikat, tapi akibat selanjutnya seperti musim dingin nuklir, yakni ketika ada banyak abu dan puing dari Bumi yang terbawa ke atmosfer.

Ini akan menyebabkan pergeseran iklim karena gunung berapi akan memuntahkan sulfur dioksida dalam jumlah besar ke atmosfer, yang dapat membentuk aerosol sulur dan memantulkan atau menyerap sinar matahari.

Pada akhirnya, hal ini akan menyebabkan suhu di seluruh planet rutun, yang dapat menyebabkan kurangnya kemampuan untuk bercocok tanam dan menyebabkan peristiwa kelaparan di banyak tempat.

Yellowstone tidak akan meletus dalam waktu dekat, tapi pandemi lain tidak terhindarkan. Ketika manusia terus memperluas wilayahnya ke wilayah hewan, penularan penyakit dari hewan ke manusia sangat mungkin terjadi.

Center for Disease Control and Prevention (CDC) mengatakan bahwa mereka tidak tahu sumber pasti dari wabah penyakit Covid-19 saat ini, tapi mereka tahu bahwa itu berasal dari hewan semisal kelelawar.

Dengan semakin mendekatnya manusia dengan dunia hewan, para ahli kesehatan masyarakat memperingatkan bahwa penyakit zoonosis menjadi lebih mudah untuk ditularkan. Hal tersebut berpotensi menjadi penyakit sama menular nya atau bahkan lebih menular dari virus corona baru.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bill gates pandemi corona
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top