Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Gula dan Madu, Kapan Saat yang Tepat Mengonsumsinya?

Madu dan gula adalah salah satu dari dua jenis pemanis yang paling umum digunakan. Benarkah madu yang lebih sehat?
Novita Sari Simamora
Novita Sari Simamora - Bisnis.com 18 Februari 2021  |  20:46 WIB
Gula dan madu memiliki rasa manis dan mengandung karbohidrat
Gula dan madu memiliki rasa manis dan mengandung karbohidrat

Bisnis.com, JAKARTA - Dua pemanis yang paling banyak dikonsumsi oleh masyarakat adalah gula dan madu. Sifat kedua benda ini memberikan rasa manis.

Madu dan gula sering digunakan dalam banyak makanan penutup untuk memberikan rasa manis dan keduanya adalah karbohidrat, terdiri dari glukosa dan fruktosa. Ketika membandingkan keduanya, seringkali madu dianggap lebih sehat daripada gula.

Mengutip dari Pink Villa, Kamis (18/2/2021), madu dan gula memiliki kesamaan dan perbedaan, baik dalam rasa atau tekstur. Perhatikan beberapa perbedaan madu dan gula satu sama lain.

Gula

Gula diekstraksi dari gula bit dan tebu dan mengalami banyak pemrosesan sebelum menjadi gula meja rafinasi. Jenis gula yang paling umum digunakan antara lain gula mentah, gula putih dan merah.

Manfaat gula

Gula lebih rendah kalori dibandingkan dengan madu dan memberi tubuh Anda asupan karbohidrat yang dibutuhkan setiap hari. Ini mudah diakses dan memiliki umur simpan yang lama.

Kekurangan dan efek samping gula

Dalam hal Indeks Glikemik (GI), gula memiliki GI yang lebih tinggi daripada madu, sehingga menyebabkan lonjakan kadar glukosa darah jauh lebih cepat daripada madu. Konsumsi gula yang berlebihan dapat menyebabkan penambahan berat badan dan menyebabkan gigi berlubang serta dapat mempengaruhi fungsi hati.

Madu

Madu diproduksi saat lebah mengumpulkan nektar dari bunga. Warnanya sering coklat kekuningan dan memiliki konsistensi yang kental. Ini kaya vitamin C, antioksidan, mineral dan asam amino.

Manfaat madu

Ini membantu dalam mengurangi berbagai alergi dan kaya vitamin dan mineral. Ini memiliki sifat antimikroba dan konsumsinya membantu menenangkan sakit tenggorokan dan batuk.

Kekurangan madu

Madu memiliki gula dan tinggi kalori. Ini mempengaruhi kadar gula darah dan tidak dianjurkan untuk orang yang menderita diabetes, obesitas, atau penyakit jantung. Konsumsi madu yang berlebihan menyebabkan penambahan berat badan.

Kesimpulan

Kedua pemanis tersebut memiliki beberapa manfaat dan risiko, dan jika tidak dikonsumsi dalam jumlah sedang, keduanya dapat menyebabkan gangguan kesehatan. Karena madu memiliki kandungan vitamin dan mineral yang membantu meredakan sakit tenggorokan dan batuk, dapat dikatakan lebih baik daripada gula. 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

gula tips sehat madu
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top