Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Selain Pelecehan, Berikut 6 Hal Pemicu Trauma pada Anak

Trauma muncul dari beragam kejadian. Serangkaian penganiayaan fisik atau penganiayaan mental mungkin menjadi salah satu contohnya. Namun lebih daripada itu, terkadang kita sebagai orang tua bisa abai dan menyebabkan pengalaman traumatis kepada anak. 
Desyinta Nuraini
Desyinta Nuraini - Bisnis.com 01 Maret 2021  |  22:13 WIB
Ilustrasi parenting
Ilustrasi parenting

Bisnis.com, JAKARTA - Tak sedikit anak-anak yang mengalami trauma di masa kecil. Tentu ini dapat berdampak buruk pada perkembangan anak tersebut di masa depan. 

Trauma muncul dari beragam kejadian. Serangkaian penganiayaan fisik atau penganiayaan mental mungkin menjadi salah satu contohnya. Namun lebih daripada itu, terkadang kita sebagai orang tua bisa abai dan menyebabkan pengalaman traumatis kepada anak. 

Melansir Times of India, Senin (1/3/2021), berikut beberapa hal yang memicu trauma masa kecil, selain pelecehan :

1. Kurangnya dukungan emosional

Anak sangat membutuhkan cinta dan perhatian. Tidak seperti orang dewasa, mereka tidak dapat menampilkan kepribadian yang berbeda dan selalu jujur pada diri mereka sendiri. 

Jadi, jika mereka terbuka tentang emosi dan mengungkapkan masalah kepada Anda, jangan menghindar dan berikan dukungan emosional. Mengabaikan perasaan dan tidak memberi perhatian dapat menyebabkan ketidakseimbangan emosional pada anak Anda. Pada akhirnya hal ini dapat memicu pikiran negatif pada anak.

2. Terasing pada saat dibutuhkan

Setiap anak ingin orang tuanya mendukung mereka. Entah di saat bahagia atau duka, anak-anak mengharapkan dukungan dan dorongan dari orang tua mereka. Tetapi jika anak Anda merasa diabaikan dan diasingkan selama masa-masa sulit, hal itu pasti berdampak negatif pada kesehatan mental mereka.

3. Memprioritaskan diri sendiri daripada anak

Sebagai orang tua, Anda harus belajar mengurus kebutuhan dan keinginan anak. Tidak sehat untuk selalu memprioritaskan diri sendiri di atas anak Anda. Menjadi egois dapat merusak jiwa anak dan membuat mereka merasa kurang dihargai dan tidak diakui. Yakin lah, mereka akan terluka seumur hidup.

4. Anak-anak dibiarkan mengurus diri sendiri

Ada perbedaan besar antara memberi anak ruang untuk melatih individualitas dan membiarkan mereka mengurus diri sendiri. Melatih anak untuk mandiri adalah cara produktif untuk membantunya tumbuh dengan bimbingan dan arahan Anda. Namun membiarkan mereka mengurus diri sendiri adalah bentuk pelarian dari tanggung jawab Anda. Hal ini dapat membuat anak Anda merasa tidak diinginkan dan mungkin menghilangkan masa kecilnya.

5.  Ditolak

Setiap anak unik dengan caranya masing-masing. Meskipun orang tua memiliki kebebasan untuk mengarahkan mereka ke jalan yang benar, memaksakan ide dan keyakinan Anda pada anak dan menolak masukan mereka mentah-mentah, dapat sangat merugikan keberadaan mereka.

6. Memaksa anak membuktikan diri dan bersaing

Dalam banyak keluarga, anak-anak harus terus bersaing dan membuktikan diri menjadi yang terbaik. Namun hal ini menghilangkan pengalaman masa kecil mereka. Tak perlu dikatakan, anak-anak yang tumbuh dalam lingkungan seperti itu menjadi terlalu cenderung untuk sukses dan gagal untuk melihat keindahan hidup secara umum.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pengasuhan anak parenting
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top