Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kenalan dengan NFT, Crypto Seharga Miliaran Dolar

Token menjadi tanda kepemilikan suatu aset. Misalnya, tiket konser adalah tanda kepemilikan satu tanda masuk untuk sebuah konser.
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 09 Maret 2021  |  18:54 WIB
Cryptocurrency - Istimewa
Cryptocurrency - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - NFT mengambil alih internet dan disebut sebagai salah satu aplikasi terbaik untuk teknologi blockchain.

Jadi, apa yang membuat aset digital makin ramai dijual untuk mendapatkan keuntungan, dari pasar niche hingga rumah lelang Christie's?

NFT adalah token non-fungible yang ada di blockchain.

Token menjadi tanda kepemilikan suatu aset. Misalnya, tiket konser adalah tanda kepemilikan satu tanda masuk untuk sebuah konser.

NFT adalah token unik yang tidak dapat ditukar dengan mudah dengan yang lain. Sekarang ini penggunaan utama banyak ditemukan pada karya seni.

"Karya seni telah dijual di blockchain seharga jutaan dolar, atau dalam hal ini mata uang asli blockchain, Ethereum," seperti dikutip melalui Entrepreneur, Selasa (9/3).

Salah satu contohnya adalah artis NFT paling terkenal saat ini, yaitu Beeple yang pertama kali menjual 21 karyanya di pasar digital Nifty Gateway dengan total US$3,5 juta.

Dia kemudian menjual karyanya "EVERYDAYS: THE FIRST 5000 DAYS” di rumah lelang Christie's seharga US$6,5 juta.

Karya seni bukanlah satu-satunya hal yang dipertukarkan di pasar ini. Semakin banyak volume di ruang NFT berasal dari perdagangan kartu olahraga digital.

Faktanya, penggemar bola basket sudah menghabiskan US$230 juta untuk memperdagangkan kartu NBA Top Shot. Perkiraan total transaksi di kripto ini hingga mencapai miliaran dolar. 

Hal gila tentang fenomena digital ini adalah siapa pun dapat mengunduh karya seni Beeple atau klip highlight Lebron. Ini semudah mengklik 'simpan gambar' di laptop Anda.

Namun yang perlu diingat, pembeli NFT tidak mengincar karya itu sendiri namun lebih kepada bukti kepemilikan atas karya seni tersebut. Pembelinya mirip dengan kolektor seni yang memajang barang-barang berharga mereka di museum.

NFT mewakili cara kolektor seni untuk mendorong finansial artis favorit mereka secara online.

Sementara eksperimen pertama dengan NFT dilakukan pada 2013-2014, pasar tampaknya mencapai kematangan tertentu dan daya tarik arus utama pada 2021.

Bersamaan dengan tingginya permintaan, beberapa masalah muncul di pasar NFT.

Karena mata uang utama pertukaran dan jaringan tempat pasar dibangun adalah Ethereum, biaya transaksi sangat tinggi dan ada biaya US$50 untuk mentransfer hak milik NFT dari penciptanya ke pembeli.

Pada platform seperti Rarible atau OpenSea, pemimpin pasar saat ini, tidak hanya setiap transaksi membebani pengguna dalam jumlah besar, mereka juga menyebabkan jejak karbon pada jaringan Ethereum.

Untuk masalah ini, Ethereum berencana untuk mengubah infrastruktur jaingannya pada awal 2022 menjadi jauh lebih ramah lingkungan. Sementara itu, pasar tertentu telah menemukan solusi teknis untuk keterbatasan lainnya.

Bagian paling menarik dari revolusi NFT adalah seniman yang mengkhususkan diri dalam seni digital akhirnya akan mendapatkan kompensasi layak atas pekerjaan mereka.

Hingga saat ini, sangat sulit bagi seniman untuk memonetisasi kreasi mereka karena sifat seni digital dan reproduktifitasnya yang tak terbatas.

Sekarang, penggemar sejati para artis dapat mendukung idola mereka secara langsung dengan perantara atau platform mana pun.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

seni mata uang kripto
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top