Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Draf Laporan WHO Sebut Corona Kemungkinan Besar dari Hewan, Bukan dari Lab 

Tim internasional gabungan dalam organisasi kesehatan global tersebut menegaskan bahwa kebocoran laboratorium sebagai sumber atau asal muasal pandemi adalah alternatif yang tidak mumpuni. 
Syaiful Millah
Syaiful Millah - Bisnis.com 30 Maret 2021  |  10:54 WIB
Lambang WHO di pintu utama kantor pusatnya di Jenewa, Swiss -  Bloomberg/Stefan Wermuth
Lambang WHO di pintu utama kantor pusatnya di Jenewa, Swiss - Bloomberg/Stefan Wermuth

Bisnis.com, JAKARTA - Draf laporan dari World Health Organization (WHO) menemukan bahwa Covid-19 kemungkinan besar berasal dari hewan dan tidak menyebar lebih dari dua bulan sebelum diketahui pada Desember 2019. 

Tim internasional gabungan dalam organisasi kesehatan global tersebut menegaskan bahwa kebocoran laboratorium sebagai sumber atau asal muasal pandemi adalah alternatif yang tidak mumpuni. 

Dilansir dari CNN, Selasa (30/3) WHO dijadwalkan merilis laporan akhir tentang penyelidikannya terhadap asal usul virus corona dalam waktu dekat. 

Berdasarkan draf yang dilansir dari CNN, laporan itu memberikan empat kemungkinan sumber virus dan skenario yang paling mungkin adalah melalui inang hewan perentara. 

Virus corona baru mungkin berasal dari hewan liar yang ditangkap di alam dan kemudian dibesarkan di sebuah peternakan. Akan tetapi, penyelidikan belum menemukan hewan apa yang terinfeksi dan menjadi perantara. 

Kemungkinan berikutnya adalah penularan langsung dari salah satu hewan yang diketahui membawa virus corona serupa, seperti kelelawar atau trenggiling. 

Sementara, kemungkinan yang tidak mungkin adalah penularan dari makanan beku atau dingin dan kemungkinan kecil yang bisa terjadi termasuk pelepasan virus dari lab yang tidak disengaja. 

Sebelumnya, mantan direktur Center for Disease Control and Prevention Robert Redfield mengatakan pendapat pribadinya adalah bahwa virus corona baru dilepaskan dari lab. Tapi laporan dari tim WHO menyatakan hal itu tidak mungkin. 

"Tidak ada catatan virus yang terkait erat dengan SARS-CoV-2 di laboratorium mana pun sebelum Desember 2019, atau genom yang dalam pengkombinasian dapat menghasilkan genom virus corona baru," katanya. 

Peneliti independen juga telah mengatakan bahwa pengujian genom virus menunjukkan virus corona tidak direkayasa di laboratorium tetapi ditularkan secara alami dari hewan, seperti halnya virus SARS yang terjadi pada 2002 silam. 

Adapun, makanan beku juga tidak mungkin menjadi sumber virus karena tidak ada bukti konklusif untuk penularan virus melalui makanan dan kemungkinan kontaminasi rantai dingin dengan virus dari reservoir sangat rendah. 

Terkait hal ini, peran pasar makanan laut di Wuhan juga masih belum jelas. Ada kemungkinan bahwa pasar bukanlah sumber asli wabah, tapi kerumunan yang berkumpul di pasar mungkin telah memperbesar penyebaran virus. 

Pengambilan sampel di pasar memunculkan virus di permukaan tetapi tidak pada sampel yang diambil dari hewan atau makanan yang dijual di pasar. Ditambah, ada bukti virus beredar sebelum wabah terjadi di pasar Wuhan. 

Laporan tersebut merekomendasikan lebih banyak pengujian sampel darah yang diambil dan disimpan sebelum wabah pertama pada bulan Desember, lebih banyak pengujian pada hewan, dan studi mendalam tentang pertemuan massal yang membantu penyebaran virus. 

Laporan ditulis oleh tim internasional gabungan yang terdiri dari 17 ahli China dan 17 ahli dari negara lain, dan melibatkan sejumlah organisasi termasuk WHO, GOARN, OIE, dan FAO. 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

who Virus Corona
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top