Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kurang Aktivitas Fisik Tingkatkan Risiko Penyakit Tak Menular

Studi yang dilakukan berdasarkan analisis data dari 168 negara ini menunjukkan bahwa risiko penyakit seperti depresi dan dementia bisa meningkat jika seseorang tidak melakukan aktivitas fisik intensitas sedang setidaknya 150 menit dan aktivitas fisik intensitas tinggi selama 75 menit per minggu
Laurensia Felise
Laurensia Felise - Bisnis.com 30 Maret 2021  |  22:09 WIB
Ribuan guru mengikuti senam bersama di lapangan Gelora 10 Nopember Surabaya, Jawa Timur, Minggu (25/11/2018). Kegiatan yang diikuti ribuan guru Taman Kanak-Kanak, SD maupun SMP se-Surabaya tersebut untuk memperingati Hari Guru Nasional. - Antara
Ribuan guru mengikuti senam bersama di lapangan Gelora 10 Nopember Surabaya, Jawa Timur, Minggu (25/11/2018). Kegiatan yang diikuti ribuan guru Taman Kanak-Kanak, SD maupun SMP se-Surabaya tersebut untuk memperingati Hari Guru Nasional. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Sebuah studi di British Journal of Sports Medicine menunjukkan bahwa kurangnya aktivitas fisik seperti olahraga bisa meningkatkan risiko mengidap penyakit tidak menular hingga 8%.

Melansir dari CNN, Selasa (30/03), studi yang dilakukan berdasarkan analisis data dari 168 negara ini menunjukkan bahwa risiko penyakit seperti depresi dan dementia bisa meningkat jika seseorang tidak melakukan aktivitas fisik intensitas sedang setidaknya 150 menit dan aktivitas fisik intensitas tinggi selama 75 menit per minggu atau aktivitas apapun yang setara dengan keduanya.

Lebih rinci, studi ini juga menunjukkan kemungkinan seseorang yang kurang berolahraga untuk mengidap hipertensi atau darah tinggi sebesar 1,6% dan demensia sebesar 8,1%.

Tidak sampai di situ, studi ini juga mencatat adanya pengaruh pendapatan di setiap negara, berdasarkan kategori rendah, sedang, dan tinggi, yang kemudian menunjukkan adanya keterkaitan di mana semakin tinggi pendapatan maka semakin rendah aktivitas fisik.

Menurut Peter Katzmarzyk, penulis studi sekaligus profesor dan direktur eksekutif asosiasi ilmu kependudukan dan kesehatan masyarakat di Pennington Biomedical Research Center di Universitas Negeri Louisiana, Baton Rouge, hal ini bisa dikaitkan dengan peningkatan fasilitas yang bisa diakses orang.

"Akses pada kendaraan meningkat, transportasi aktif menurun, dan akses serta penggunaan alat meningkat," ujarnya dalam studi tersebut.

Ini diperkuat dengan pernyataan dari kepala unit aktivitas fisik di WHO, Fiona Bull, yang tidak terkait dalam studi Katzmarzyk. Bull mengatakan orang lebih mungkin untuk menggunakan kendaraan untuk transportasi daripada berjalan atau menggunakan sepeda.

Ia juga menambahkan pemerintah perlu berinvestasi dalam infrastruktur seperti area berjalan dan bersepeda serta daerah terbuka secara publik yang membuat orang-orang nyaman ketika berada di luar ruangan.

Kontributor fitness CNN, Dana Santas, membagikan berbagai tips untuk beraktivitas secara fisik yang menurutnya penting untuk menjaga tubuh tetap produktif dalam kapasitas yang optimal.

Santas merekomendasikan orang-orang untuk aktif secara fisik selama 10 hingga 15 menit dalam satu hari untuk mulai meningkatkan tingkat aktivitas fisik. Meski beberapa berpikir untuk melakukannya dalam satu jam, tapi ia berpendapat setidaknya berolahraga selama 11 menit sehari bisa meningkatkan rentang hidup seseorang.

Secara spesifik, ia merekomendasikan sejumlah olahraga yang mudah seperti squat, berjalan menekuk lutut, dan pushup yang bisa dilakukan tanpa harus ke pusat kebugaran serta dilakukan di tengah kegiatan sehari-hari seperti menggosok gigi atau menunggu air yang sedang direbus hingga mendidih.

Stephanie Mansour, kontributor fitness CNN, aktivitas ini bisa dilakukan pada pagi dan sore hari sehingga bisa meningkatkan kapasitas aktivitas fisik mereka.

"Bergerak aktif dan melakukan hal seperti berdiri, pemanasan, berjalan, melemaskan dan menggunakan otot, serta melakukan olahraga yang memacu jantung, bisa membantu tubuh berfungsi optimal," jelas Mansour.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

penghentian aktivitas bongkar muat pelabuhan marunda penyakit tidak menular
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top