Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ini Lho Pentingnya Pola Makan Berkesadaran untuk Kesehatan Jangka Panjang

Health and Nutrition Consultant Seala Septiani menuturkan bahwa mindful eating merupakan konsep perilaku makan yang menekankan pada proses ketimbang hasil.
Syaiful Millah
Syaiful Millah - Bisnis.com 12 April 2021  |  12:15 WIB
Ilustrasi - Pxlfitness
Ilustrasi - Pxlfitness

Bisnis.com, JAKARTA - Istilah berkesadaran atau beken dengan sebutan mindfulness belakangan menjadi populer dalam berbagai hal, termasuk dalam cara makan. Terkait hal ini ada istilah yang dikenal dengan mindful eating.

Health and Nutrition Consultant Seala Septiani menuturkan bahwa mindful eating merupakan konsep perilaku makan yang menekankan pada proses ketimbang hasil.

Maksudnya, dalam melakukan aktivitas makan, orang harus lebih fokus pada hal-hal dalam prosesnya seperti rasanya yang enak, mengenyangkan, atau konsumsi yang cukup. Bukannya berfokus pada hasil yang didapatkan seperti menjadi kurus atau langsing.

"Secara singkat, konsep mindful eating ini diartikan sebagai cara makan dengan kesadaran penuh," katanya.

Seala mengatakan bahwa konsep ini menjadi solusi cermat untuk asupan yang lebih sehat di tengah keberagaman produk pangan yang ada di pasar. Terlebih di tengah kondisi pandemi Covid-19 yang menuntut daya tahan tubuh optimal.

Keberagaman produk makanan dan minuman, di satu sisi merupakan hal baik karena konsumsi bervariasi bisa memenuhi kebutuhan berbagai nutrisi dan zat gizi. Tapi di sisi lain juga perlu kewaspadaan lebih dalam memilih apa yang akan masuk ke dalam tubuh.

Sementara di masa pandemi, kebutuhan mengonsumsi makanan yang kaya akan nutrisi, khususnya guna meningkatkan daya tahan tubuh perlu menjadi prioritas. Oleh sebab itu, katanya, pola makan berkesadaran sangat penting diterapkan. Masyarakat diharapkan tidak mengonsumsi sembarang makanan hanya berdasarkan keinginannya saja.

Untuk dapat memulai pola makan dengan kesadaran penuh, Seala menuturkan ada dua hal utama yang perlu diperhatikan. Pertama, pengetahuan tepat tentang bagaimana kebutuhan makan harian bergizi seimbang.

Terkait hal ini, lanjutnya, Kementerian Kesehatan telah mengeluarkan pedoman Isi Piringku untuk sekali makan dan Tumpeng Gizi Seimbang sebagai pedoman makan dalam sehari. Pedoman tersebut adalah rujukan utama untuk pemenuhan kebutuhan nutrisi harian.

"Pilihan pangan yang sehat dan enak itu sebenarnya kembali lagi ke Tumpeng Gizi Seimbang. Kita bisa sehat asalkan makanannya variatif, banyak jenisnya bukan porsinya," tuturnya.

Kedua, cermat mempelajari produk yang dibeli. Menurutnya, penting bagi masyarakat untuk mempelajari informasi pada setiap kemasan produk makanan dan minuman.

Sebagai konsumen, warga harus lebih jeli membaca informasi pada kemasan sebelum menjadi stok pilihan makanan dan minuman di dalam rumah tangga. Hal-hal yang perlu diperhatikan termasuk informasi nilai gizi, label/klaim produk, peruntukan usia, cara dan jumlah konsumsi yang disarankan, tanggal kadaluarsa, hingga reputasi produk.

Deputi Bidang Pengawasan Pangan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Rita Endang mengatakan bahwa pihaknya terus berupaya mengeluarkan kebijakan dan implementasi program yang mendorong masyarakat untuk lebih sadar dengan pangan sehat.

Hal tersebut, lanjutnya, sejalan dengan Global Action Plan dari World Health Organization (WHO) yang bertujuan mengurangi faktor risiko penyakit tidak menular melalui tindakan pencegahan penyakit yang penting hingga sistem pelabelan informasi pangan.

Untuk itu, BPOM telah mengeluarkan sejumlah inisiatif mengenai promosi pola pangan sehat dan GGL (gula, garam, lemak) yang dituangkan pada ketentuan mengenai keterangan kandungan gizi pada label pangan olahan.

Upaya dari badan itu tertuang dalam Peraturan BPOM Nomor 31 Tahun 2018 tentang Label Pangan Olahan dan Peraturan BPOM Nomor 22 Tahun 2019 tentang Informasi Nilai Gizi Pada Label Pangan Olahan.

Selain itu, Rita menuturkan bahwa BPOM juga telah mengeluarkan pedoman logo 'Pilihan Lebih Sehat' pada produk pangan olahan yang telah memenuhi standar pengujian. Jadi, untuk produk yang dinilai lebih sehat akan memiliki logo ceklis hijau di bagian utama kemasan.

Penerapan logo ini dilaksanakan secara bertahap dan didasarkan pada setiap profil gizi pangan olahan yang ada. Saat ini, logo pilihan lebih sehat telah ditetapkan untuk jenis pangan minuman siap konsumsi tanpa bahan tambahan pemanis dan jenis pasta atau mie instan.

Namun demikian, dia menjelaskan bahwa kedepan jenis pangan olahan lain akan ditambahkan secara berkala untuk penggunaan logo tersebut. Ini termasuk jenis susu bubuk, keju, es krim, yogurt, bubuk minuman cokelat, dan lain sebagainya. Saat ini, lanjutnya, BPOM tengah melakukan kajian untuk menentukan takaran lebih sehat yang terstandarisasi.

"Upaya-upaya ini termasuk adanya logo pilihan lebih sehat diharapkan dapat memudahkan masyarakat sebagai konsumen dalam memilih pangan olahan didasarkan pada kandungan gizinya," ujar Rita.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

diet pola makan
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top