Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pernah Terinfeksi Covid-19 Cukup Disuntik 1 Dosis Vaksin

Penelitian yang dilakukan para ahli dari Penn Institute of Immunology menyarankan satu dosis vaksin bagi mereka yang pernah terinfeksi Covid-19.
Desyinta Nuraini
Desyinta Nuraini - Bisnis.com 16 April 2021  |  19:34 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melakukan panggilan video dengan keluarganya saat menjalani isolasi di rumah dinasnya di Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (3/12 - 2020).  ANTARA FOTO
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melakukan panggilan video dengan keluarganya saat menjalani isolasi di rumah dinasnya di Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (3/12 - 2020). ANTARA FOTO

Bisnis.com, JAKARTA - Penelitian yang dilakukan para ahli dari Penn Institute of Immunology menyarankan satu dosis vaksin bagi mereka yang pernah terinfeksi Covid-19.

Studi yang dipublikasikan di Science Immunology menemukan bahwa orang yang telah pulih dari Covid-19 memiliki respons antibodi yang kuat setelah dosis pertama vaksin berbasis mRNA, namun manfaat kekebalan yang didapat sedikit setelah dosis kedua.

Berbeda halnya bagi yang belum pernah terinfeksi. Respons kekebalan yang kuat baru terbentuk setelah dosis vaksin kedua.

"Hasil ini mendorong kemanjuran vaksin jangka pendek dan jangka panjang, dan ini menambah pemahaman kita tentang respons imun vaksin mRNA melalui analisis sel B memori," kata Direktur Institut Imunologi Penn di Perelman School of Medicine, University of Pennsylvania John Wherry dikutip dari Medical Xpress, Jumat (16/4/2021).

Respons kekebalan manusia terhadap vaksin dan infeksi menghasilkan antibodi yang memberikan kekebalan cepat dan pembentukan sel B memori, yang membantu kekebalan jangka panjang.

Studi ini merupakan salah satu yang pertama mengungkap bagaimana respons sel memori B berbeda setelah vaksinasi pada orang yang sebelumnya mengalami infeksi, dibandingkan dengan mereka yang belum pernah terinfeksi Covid-19.

Wherry menjelaskan studi vaksin Covid-19 mRNA sebelumnya pada individu yang divaksinasi lebih berfokus pada antibodi daripada sel B memori. Sel B memori adalah prediktor kuat dari respons antibodi di masa depan, itulah mengapa penting untuk mengukur respons sel B terhadap vaksin ini.

"Upaya untuk memeriksa sel B memori penting untuk memahami perlindungan jangka panjang dan kemampuan untuk menanggapi varian virus," tegasnya.

Dalam studi ini, para peneliti melibatkan 44 orang sehat yang menerima vaksin BioNTech/Pfizer atau Moderna mRNA Covid-19 di University of Pennsylvania Health System. Diantara relawan, 11 orang memiliki infeksi Covid-19 sebelumnya.

Peneliti mengumpulkan sampel darah untuk analisis imun yang diambil empat kali sebelum dan setelah pemberian dosis vaksin.

Data menunjukkan perbedaan utama dalam respons imun vaksin pada individu yang sudah dan belum pernah terinfeksi Covid-19.

Temuan menunjukkan bahwa hanya satu dosis vaksin pada individu yang pulih dari Covid-19 cukup untuk memicu respons imun maksimal, berdasarkan respons antibodi yang kuat dan sel B memori. Hal ini kemungkinan besar disebabkan oleh respons imun primer karena infeksi alami mereka.

Sebaliknya, dibutuhkan dua dosis vaksin untuk menunjukkan respons antibodi dan memori sel B yang cukup besar bagi mereka yang tidak memiliki Covid-19.

Temuan ini juga tercermin dalam analisis antibodi terhadap mutasi D614G dan varian Covid-19 Afrika Selatan B.1.351. Bagi mereka yang tidak memiliki Covid-19, perlu dosis kedua untuk mendapatkan tingkat kekebalan yang cukup kuat terhadap mutasi dan varian, sedangkan yang sembuh dari Covid-19 memiliki respons antibodi yang cukup kuat setelah satu dosis.

Wherry menyebut penelitian ini bisa menjadi dasar untuk mempertimbangkan strategi vaksinasi di masa depan dan menghadapi varian virus potensial.

"Jika antibodi yang beredar menyusut seiring waktu, data kami menunjukkan bahwa sel B memori yang tahan lama dapat memberikan sumber perlindungan yang cepat terhadap paparan ulang Covid-19, termasuk variannya," tuturnya.

Sementara itu, para peneliti juga memeriksa efek samping yang diinduksi vaksin dalam kaitannya dengan tanggapan kekebalan.

Meskipun terlihat pada kohort yang lebih kecil dari 32 orang yang tidak pernah terinfeksi Covid, peneliti menemukan bahwa mereka yang mengalami efek samping sistemik setelah menerima dosis vaksin seperti demam, menggigil, sakit kepala, dan kelelahan memiliki antibodi serum pasca vaksinasi yang lebih kuat, tetapi tidak pada memori B sel.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

vaksinasi isolasi mandiri
Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top