Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

3 Tanda Penyakit Lemak Hati Bisa Dilihat dari Kaki Anda

Kaki menyimpan banyak petunjuk tentang kesehatan seseorang dan dapat mengindikasikan risiko Anda mengembangkan kondisi berbahaya tersebut.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 30 April 2021  |  15:20 WIB
Tumit pecah/pecah
Tumit pecah/pecah

Bisnis.com, JAKARTA - Penyakit lemak hati adalah kondisi umum dan dapat menyebabkan kerusakan hati.

Kaki menyimpan banyak petunjuk tentang kesehatan seseorang dan dapat mengindikasikan risiko Anda mengembangkan kondisi berbahaya tersebut.

Apa tiga tanda yang ditemukan di kaki yang memperingatkan Anda mungkin berisiko mengembangkan penyakit hati berlemak?

dr Eric Berg, pendidik kesehatan berkata biasanya kalau ada masalah hati pasti ada masalah pembuluh darah.

“Seseorang akan melihat titik-titik merah dan coklat kecil yang berkilau dan ditemukan di kaki bagian bawah. ini adalah tanda sirkulasi yang buruk dan biasanya merupakan masalah hati. Tumit pecah-pecah adalah tanda kekurangan vitamin B3 atau kekurangan asam lemak omega-3 dan salah satu fungsi hati adalah membuat bio dan membantu Anda menyerap asam lemak ini. Karena itu, tumit pecah-pecah dapat mengindikasikan masalah pada hati. Selain itu, kaki gatal merupakan gejala lain dan biasanya ditemukan di bagian bawah kaki," ujarnya dilansir dari Express,

"Ini menunjukkan cadangan cairan ke dalam hati dan dapat menunjukkan hati yang tertelan, itu juga bisa menjadi cadangan empedu dan mendapatkan penumpukan histamin yang memperingatkan ada masalah dengan hati Anda."  tambahnya.

Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan di Perpustakaan Nasional Kedokteran Institut Kesehatan Nasional AS, penyakit hati kronis diselidiki.

Hasil penelitian menemukan bahwa pruritus (gatal-gatal) merupakan salah satu gejala yang ditemui pada penderita penyakit hati kronis.

Meskipun pruritus mungkin tidak secara langsung terkait dengan prognosis atau hasil dari penyakit hati, tinjauan sistematis terbaru menunjukkan bahwa pruritus berdampak pada kualitas hidup yang berhubungan dengan kesehatan pada pasien dengan penyakit hati kolestatik, catat penelitian tersebut.

"Pruritus mungkin merupakan indikasi untuk transplantasi hati bahkan tanpa adanya gagal hati." tegasnya.

Penelitian telah menunjukkan bahwa sekresi empedu dapat terganggu pada berbagai penyakit hati, termasuk PBC.

Sebuah penelitian menyatakan teori bahwa penyakit hati dapat meningkatkan kadar garam empedu, yang kemudian berkumpul di bawah kulit, mengakibatkan pruritis.

Penelitian lain telah melaporkan bahwa kadar bilirubin yang abnormal memicu neuron sensorik gatal perifer.

Histamin

Ada teori yang menyatakan bahwa peningkatan kadar histamin dapat menyebabkan pruritis, kata Medical News Today.

Situs kesehatan itu menambahkan, ”Satu penelitian melaporkan sejarah tingkat tinggi pada orang dengan penyakit hati kolestatik.

 

"Namun, penulis mencatat bahwa tidak ada jaminan antara tingkat keparahan pruritis dan histamin konsentrasi."

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

liver Gejala Penyakit
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top