Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ini Saran Raditya Dika Agar Tetangga Mengira Anda Memelihara Babi Ngepet

Di masyarakat kita masih muncul kecurigaan kepada orang-orang yang tidak kelihatan bekerja tapi memiliki kekayaan mencolok dibandingkan sekelilingnya. Mereka dicurigai memiliki pesugihan, ngepet, atau sejenisnya.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 30 April 2021  |  09:47 WIB
Penulis Raditya Dika - Akbar Evandio/Bisnis
Penulis Raditya Dika - Akbar Evandio/Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA - Babi ngepet, tuyul, pesugihan, buto ijo, jenglot dan istilah mistik lainnya biasanya diasosiasikan kepada orang yang bisa kaya mendadak.

Di masyarakat kita masih muncul kecurigaan kepada orang-orang yang tidak kelihatan bekerja tapi memiliki kekayaan mencolok dibandingkan sekelilingnya. Mereka akan dicurigai memiliki pesugihan, ngepet, nyupang dan beragam istilah lainnya.

Isu babi ngepet di Depok, yang belakangan ternyata rekayasa seorang oknum ustaz, sempat ramai bahkan viral sejak Selasa (27/4/2021).

Isu per-ngepetan itu pun tak pelak emancing komentar banyak pihak. Komika, sutradara, dan penulis Raditya Dika termasuk yang tergelitik untuk ikut berkomentar.

Raditya menulis di akun Instagramnya terkait isu babi ngepet Depok pada Kamis (29/4/2021). Komentar Radiya pun lantas menjadi viral, tak kalah viral dari isu babi ngepet Depok yang dikomentarinya. 

Apa yang disampaikan Raditya Doka mewakili mereka yang bekerja dari rumah tapi menghasilkan banyak uang. 

"Jaman udah berubah. Orang dari rumah aja bisa kok punya uang. Gig economy adalah pola kerja baru di mana orang gak perlu ngantor tapi cukup menukar keahlian mereka dengan uang," tulisnya Raditya. 

Ayah dua anak ini menyindir pernyataan Wati, wanita yang mengaku sebagai paranormal dan ucapannya soal penangkapan babi yang disebut jadi-jadian. 

"Dari kemarin saya sudah pantau Pak, orang ini. Ini berumah tangga dia nganggur tapi uangnya banyak," kata Wati, yang akhirnya minta maaf dan tetap diusir oleh warga di sekitar rumahnya.

Belakangan, babi yang disebut jadi-jadian itu ternyata dibeli oleh Adam Ibrahim, pendakwah di Sawangan, Depok. Ia merekayasa cerita agar lebih terkenal di kampungnya. 

Menurut Raditya, saat ini banyak pekerjaan yang tak memerlukan keluar rumah tapi menghasilkan banyak uang.

"Ada yang jadi ilustrator freelance, kliennya dari luar negeri. Ada yang jadi makelar, tinggal hubungin pembeli dan penjual. Ada yang jadi YouTuber. Ada juga yang trading saham. Teknologi membuat itu semua terjadi," tulisnya menjelaskan. 

Selanjutnya, suami Anissa Aziza ini memberikan kalimat yang menohok untuk mengakhiri penjelasannya.

"Bekerjalah dengan cerdas sampai tetanggamu mengira kamu memelihara babi ngepet." 

Unggahan Raditya ini disukai hingga lebih dari 513 ribu pengguna akun Instagram. Mereka mengakui, keterangan Raditya sangat mewakili perubahan zaman.

Bekerja untuk menghasilkan uang tak melulu dilakukan di luar rumah sehingga terlihat menganggur seperti tuduhan Wati. 

"Babang panutan ini memang selalu berpikir maju," tulis Alitt Susanto, penulis.

"Terbaik anda Pak Radit," kata Inul Daratista. A

ktris, Fanny Ghasani turut memberikan pujiannya. "Menarik."

Istri Raditya, Anissa pun memuji suaminya. "Keren." 

Netizen lainnya mengakui jika seorang Raditya Dika sudah memberikan komentar atas sebuah peristiwa, pasti istimewa.

"Bang Radit ikut komentar tentang hal ini, berarti pikiran orang Indonesia sedang tidak baik-baik saja," tulis @gazebogazebo04.

"Nyampe Bang Dika komen...PadahalBang Dika orang yang paling gak suka nanggepin hal-hal yang viral di sosmed," tulis @bidadarikucel. 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

raditya dika babi

Sumber : Tempo.co

Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top