Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Januari hingga Mei 2021, Ada 497 Kilogram Limbah Medis di Jakarta

Sementara pada periode April hingga Desember 2020, kata dia, limbah medis rumah tangga yang ditangani sebanyak 1.538 kg, terdiri dari limbah masker dan sarung tangan.
Janlika Putri Indah Sari dan Antara
Janlika Putri Indah Sari dan Antara - Bisnis.com 23 Juni 2021  |  14:13 WIB
Penanganan limbah medis SPH/Antara - HO/SPH
Penanganan limbah medis SPH/Antara - HO/SPH

Bisnis.com, JAKARTA - Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta melaporkan bahwa pihaknya menangani 497 kg limbah medis rumah tangga selama periode Januari hingga awal Mei 2021.

"Pada tahun 2021 selama masa Januari sampai dengan awal Mei itu ada sekitar 497 kg limbah medis yang ditangani oleh Dinas Lingkungan Hidup kepada pihak ketiga yang berizin," ujar Kepala Seksi Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta, Rita Ningsih, dalam webinar bersama Waste4Change, Selasa.

Sementara pada periode April hingga Desember 2020, kata dia, limbah medis rumah tangga yang ditangani sebanyak 1.538 kg, terdiri dari limbah masker dan sarung tangan.

Rita mengatakan limbah medis tersebut dikelola secara khusus lantaran termasuk dalam kategori B3 (bahan berbahaya dan beracun). Pemprov DKI Jakarta telah menyediakan 42 unit gerobak motor dan lima unit truk boks untuk mengangkut limbah B3 di lima wilayah kota.

Selain itu terdapat 51 TPS (tempat pembuangan sampah) atau depo pengumpulan limbah medis di enam wilayah kota dan kabupaten.

"Kemudian Dinas lingkungan hidup bekerjasama dengan pihak ketiga berizin dalam pemusnahan limbah B3 medis dan pastinya SOP (prosedur operasi standar) sudah dibuat," kata Rita dikutip dari Antara.

Lebih lanjut Rita menjelaskan mengenai alur penanganan pengelolaan limbah B3 oleh Dinas Lingkungan Hidup. Awalnya, limbah B3 yang telah dipilah oleh warga diangkut oleh petugas gerobak menuju TPS limbah B3 skala kecamatan, lalu dikirim ke TPS limbah B3 skala kota.

"Selanjutnya dikirim ke pihak ketiga yang nanti akan mengambil atau pihak ketiga yang berizin yang didapatkan dari pemerintah pusat, karena penanganan B3 itu adalah khusus jadi tidak bisa dilakukan oleh masyarakat sendiri," ucap Rita.

Rita Ningsih juga menyebutkan dari Tempat Pemrosesan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang pada April 2021,
jumlah sampah dari DKI Jakarta yang masuk ke TPST Bantargebang mencapai 7.753 ton per hari.

“Sumber penghasil sampah di Jakarta adalah rumah tangga, pasar tradisional, pusat perniagaan,
fasilitas publik, hingga kawasan peternakan. Dari total jumlah sampah tersebut, sekitar 53 persen
merupakan sampah organik,” ujarnya pada keterangan resmi yang diterima Bisnis, Rabu (23/6/2021).

Rita mengatakan bila tingginya jumlah sampah yang dihasilkan merupakan dampak dari semakin meningkatnya pertumbuhan penduduk di provinsi Jakarta.

Untuk mengatasi situasi darurat sampah ini perlu tanggung jawab bersama oleh seluruh pihak.
Saat ini Jakarta melalui DLH juga telah menyusun program kerjasama dan kemitraan untuk
mengatasi permasalahan sampah.

Dalam situasi pandemi ini pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga menangani limbah medis dan B3 rumah tangga, dengan menyediakan armada khusus limbah B3, TPS pengumpul limbah medis, dan
memusnahkan limbah B3 dengan metode khusus.

Sejak pandemi merebak di Indonesia pada April hingga Desember 2020, DLH DKI Jakarta telah mengelola sekitar 1.539 kg limbah medis. Untuk periode Januari hingga Mei 2021, limbah medis rumah tangga di DKI Jakarta telah terkumpul sebanyak 497 kg.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga aktif melakukan edukasi untuk mengubah perilaku masyarakat dalam menangani sampah. Masyarakat pun didorong menghindari penggunaan kantong belanja plastik sekali pakai sesuai Pergub DKI Jakarta No. 142 Tahun 2019, untuk mengurangi timbulan sampah plastik yang sulit terurai dan berpotensi mencemari lingkungan.


“Saat ini di beberapa daerah telah berjalan osialisasi dan pelatihan memilah sampah, membuat kerajinan dari material daur ulang, pelatihan keterampilan hidroponik. Untuk sampah organik, dilakukan pelatihan pengolahan menggunakanmetode Black Soldier Fly (BSF) dan pengomposan,” tutup Rita.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sampah dki limbah medis
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top