Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Air Mancur Ajak Milenial Minum Jamu, Begini Caranya

Salah satu yang dilakukan oleh pabrikan yang berbasis di Solo, Wonogiri, dan Karanganyar itu menggandeng Karen Nijsen, salah satu selebritas muda untuk mengajak anak muda di Indonesia kembali mengenal dan mengkonsumsi jamu.
Yanita Petriella
Yanita Petriella - Bisnis.com 04 Juli 2021  |  16:54 WIB
Jamu Air Mancur. Jamu menjadi minuman yang semakin dicari keberadaannya di tengah masa-masa yang memprihatinkan ini, ketika Indonesia dan dunia menghadapi semakin meluasnya penyebaran Covid-19.  - Air Mancur
Jamu Air Mancur. Jamu menjadi minuman yang semakin dicari keberadaannya di tengah masa-masa yang memprihatinkan ini, ketika Indonesia dan dunia menghadapi semakin meluasnya penyebaran Covid-19. - Air Mancur

Bisnis.com, JAKARTA - Selain meningkatkan kesehatan, meminum jamu juga menjaga warisan budaya asli Indonesia. Sayangnya, banyak generasi muda yang belum terbiasa meminum jamu.

Marketing Manager PT Jamu Air Mancur Damayanti mengatakan perusahaan berusaha meningkatkan awareness tentang jamu sekaligus mengajak generasi milenial atau kalangan muda mengkonsumsi jamu.

"Selain untuk meningkatkan kesehatan, sekaligus juga menjaga warisan budaya asli Indonesia," ujar Damayanti, dalam siaran pers, Minggu (4/7/2021).

Air Mancur memanfaatkan momentum perayaan Hari Jamu Nasional 2021 untuk pengenalan jamu, baik dari segi manfaat untuk kesehatan hingga jamu sebagai peluang usaha.

Salah satu yang dilakukan oleh pabrikan yang berbasis di Solo, Wonogiri, dan Karanganyar itu menggandeng Karen Nijsen, salah satu selebritas muda untuk mengajak anak muda di Indonesia kembali mengenal dan mengkonsumsi jamu.

Selain di pasarkan di dalam negeri, produk Air Mancur telah sejak lama diekpor ke berbagai belahan dunia, antara lain Malaysia, Singapore, Brunei, Taiwan, Hong Kong bahkan Timur Tengah dan Afrika.

Di masa pandemi, jamu menjadi minuman yang semakin dicari keberadaannya. Harga bahan mentah jamu tradisional di pasar pun melambung tinggi, seperti temulawak, kunyit dan jahe, yang mana tanaman-tanaman herbal tersebut mengandung curcumin, bahan aktif yang dipercaya dapat meningkatkan daya tahan tubuh (immune booster).

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

industri jamu Imunitas tubuh
Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top