Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

In Memoriam Charlie Watts, Salah Satu Drumer Terbaik di Generasinya

Charlie Watts mulai bermain drum di klub R&B London pada awal 1960-an, sebelum akhirnya bergabung dengan Rolling Stones pada Januari 1963.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 25 Agustus 2021  |  07:20 WIB
Anggota Rolling Stones (ki-ka) Charlie Watts, Ronnie Wood dan Mick Jagger menunggu Keith Richards saat mereka tiba di malam pembukaan gala "Exhibitionism" di Saatchi Gallery di London, Inggris Raya, pada foto 4 April 2016 - Reuters
Anggota Rolling Stones (ki-ka) Charlie Watts, Ronnie Wood dan Mick Jagger menunggu Keith Richards saat mereka tiba di malam pembukaan gala "Exhibitionism" di Saatchi Gallery di London, Inggris Raya, pada foto 4 April 2016 - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Charlie Watts, pemain drum band legendaris asal Inggris The Rolling Stones meninggal dunia di usianya yang ke-80 tahun di rumah sakit London, Inggris, pada Selasa (24/8/2021) waktu setempat.

"Dengan sangat sedih kami mengumumkan kematian Charlie Watts yang kami cintai. Dia meninggal dengan damai di rumah sakit London hari ini dikelilingi oleh keluarganya," kata perwakilan Watts, dikutip dari pernyataan resmi yang diunggah Rolling Stones melalui Twitter resmi, Rabu (25/8/2021).

"Charlie adalah suami, ayah, dan kakek yang disayangi. Bagi The Rolling Stones, ia salah satu drummer terhebat di generasinya. Kami dengan hormat meminta agar privasi keluarga, anggota band, dan teman dekatnya dihormati di masa sulit ini," imbuhnya.

Lahir di London pada tahun 1941, Watts mulai bermain drum di klub R&B London pada awal 1960-an, sebelum akhirnya bergabung dengan Brian Jones, Mick Jagger, dan Keith Richards dalam grup baru mereka, Rolling Stones, pada Januari 1963.

Menemukan kesuksesan awal di Inggris dan Amerika Serikat dengan menyanyikan lagu-lagu orang lain, grup ini mencapai ketenaran global dengan hits yang ditulis Jagger-Richards termasuk "(I Can't Get No) Satisfaction", "Get Off of My Cloud" dan "Paint It, Black", dan album "Aftermath".

Watts telah bersama dengan band baik untuk rekaman studio dan tampil di atas panggung selama lebih dari 50 tahun.

Watts sendiri sebenarnya pertama belajar drum dari musik jazz. Dia mempertahankan kecintaannya pada jazz sepanjang hidupnya, dari tahun 80-an dan seterusnya melakukan rekaman secara teratur dengan berbagai lineup ad hoc Charlie Watts Quintet-nya, dan menulis musik instrumental yang keras yang memicu minat awalnya pada musik.

Pada akhir tahun 70-an, Watts mulai menggunakan heroin, dan kecanduannya menjadi sangat akut.

Dia kembali bergulat dengan masalah alkohol dan narkoba di pertengahan tahun 80-an, tetapi sekali lagi secara diam-diam dia berhasil menghilangkan kecanduannya, membersihkan diri dari barang terlarang tersebut untuk selamanya pada tahun 1986.

Watts dilantik ke dalam Rock and Roll Hall of Fame sebagai anggota Stones pada tahun 1989.

Pada Agustus 2021, sang drummer tiba-tiba mengundurkan diri dari tur Stones yang tertunda karena pandemi, dengan alasan perlunya pemulihan dari prosedur medis baru-baru ini.

Sebuah pernyataan dari band mengatakan bahwa Watts telah memilih Steve Jordan, anggota lama grup gitaris Keith Richards, X-Pensive Winos, untuk menggantikannya.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

rolling stones berita duka

Sumber : Antara

Editor : Oktaviano DB Hana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top