Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Inspirasi Menerbitkan Buku, Simak Pengalaman Presenter Brigita Manohara

"Disertasiku mau dibuat buku juga, supaya ilmunya bisa lebih bermanfaat ke orang banyak."
Rezha Hadyan
Rezha Hadyan - Bisnis.com 20 September 2021  |  00:30 WIB
Inspirasi Menerbitkan Buku, Simak Pengalaman Presenter Brigita Manohara
Presenter Televisi Brigita Manohara saat mengisi acara "Public Speaking With Brigita Manohara" untuk Bisnis Indonesia Group di Wisma Bisnis, Jakarta, Jumat (17/9/2021) - Bisnis
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Banyak cara yang bisa dilakukan untuk menciptakan pendapatan pasif (passive income), salah satunya adalah menulis buku. Tentu saja, hal itu bukan perkara mudah mengingat prosesnya terbilang panjang dan tak semua orang punya kesempatan untuk melakukannya.

Bagi kalian yang sedang duduk di bangku kuliah, apakah kalian sadar bahwa kalian punya kesempatan untuk itu? Kamu bisa memanfaatkan materi tugas akhir yang sangat menyita energi itu baik  skripsi, tesis, atau disertasi untuk dijadikan buku.

Dengan kata lain, kalian menyulap tugas akhir kalian menjadi sebuah buku yang tentu saja manfaatnya jauh lebih besar. Hasil dari pemikiraan kalian bisa menjadi wahana transformasi pengetahuan kepada masyarakat luas, alih-alih kalangan akademisi di kampus kalian saja.

Apabila kalian berencana menjadikan tugas akhir menjadi sebuah buku yang layak dibaca dan dijual luas, sosok yang bisa dijadikan inspirasi adalah Brigita Manohara. Perempuan yang dikenal sebagai jurnalis sekaligus presenter berita ini merupakan penulis buku tentang hukum berjudul Dagang Pengaruh: Trading in Influence di Indonesia.

"Buku itu ya tesisku waktu S2 Ilmu Hukum di FHUI [Fakultas Hukum Universitas Indonesia] 2017, materi yang sama. Setelah lulus aku terbitkan jadi buku. Jadi aku mengerjakan dua hal sekaligus, menulis tesis dan buku," katanya dalam sebuah sesi wawancara dengan Bisnis beberapa waktu lalu.

Brigita menjelaskan melalui bukunya mencoba menjelaskan salah satu jenis korupsi yang sebenarnya sudah diatur dalam United Nation Convention Against Corruption (UNCAC) tetapi tidak dimasukkan dalam ketentuan pengatur tindak pidana korupsi di Indonesia. Adapun, jenis yang korupsi yang dimaksud adalah trading in influence (dagang pengaruh).

Dalam tulisannya Brigita juga menjelaskan bagaimana perdebatan mengenai perlu tidaknya aturan baru mengenai dagang pengaruh dihadirkan termasuk pemanfaatan pasal mengenai penyertaan untuk menjerat pelaku jenis korupsi itu.

Perempuan asal Kediri, Jawa Timur, itu menyebut dirinya membutuhkan waktu kurang dari satu tahun untuk menyelesaikan tesis sekaligus buku pertamanya. Tentu saja, hal itu tidak terlepas dari bantuan serta supervisi dari dosen pembimbingnya di FHUI.

"Dosenku itu ketat banget dan teliti, termasuk soal typo tulisan tanda baca juga. Makanya ketika mau dibuat jadi buku enggak banyak perubahan. Tinggal dibagi chapter-chapter saja, materi dan susunan kalimat sama," ungkapnya.

Lebih lanjut, Brigita menyebut dirinya juga berencana untuk melakukan hal yang sama pada disertasinya. Dia berencana menulis beberapa judul buku dari hasil penelitiannya untuk mendapatkan gelar doktor dari FHUI.

Alasannya sederhana, dia ingin ilmu yang dimilikinya bisa memberikan manfaat kepada banyak orang, alih-alih sekadar menambah pundi-pundi rupiah.

"Disertasiku mau dibuat buku juga, supaya ilmunya bisa lebih bermanfaat ke orang banyak. Rencananya mungkin aku mau membuat tiga judul berbeda karena memang materi dari disertasinya itu sangat banyak. Kalau dibuat jadi satu nanti orang malas bacanya karena terlalu panjang lagi," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

selebritas resensi buku
Editor : Anggara Pernando
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top