Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

3 Alasan Batuk dan Demam Lebih Terasa di Malam Hari

Gejala sakit, seperti batuk dan demam, kerap kali lebih terasa di malam hari karena dipengaruhi oleh beberapa faktor berikut.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 10 Oktober 2021  |  19:27 WIB
Ilustrasi demam - istimewa
Ilustrasi demam - istimewa

Bisnis.com, SOLO - Pernahkah Anda merasa tubuh begitu sakit dan demam ketika malam tiba, padahal saat siang hari semua baik-baik saja?

Jika iya, maka Anda tak perlu panik. Pasalnya, kondisi tersebut sebetulnya cukup umum terjadi.

Seorang dokter perawatan primer di Manhattan, Amerika Serikat, yakni Jared Braunstein mengatakan bahwa penyebab paling mungkin ialah sistem kekebalan tubuh yang bekerja keras di malam hari.

Untuk lebih lengkapnya, berikut ulasannya.

1. Sistem imun bekerja lebih keras di malam hari
Pada siang hari, ketika tubuh sibuk mengeluarkan energi untuk bergerak dan mencerna makanan, umumnya sistem kekebalan akan memilih diam. Sementara itu, saat malam tiba dan tubuh istirahat, sistem kekebalan tubuh akan memanfaatkan cadangan energi dan mulai bekerja.

Lalu, ketika sistem kekebalan Anda melawan virus atau bakteri penyerbu, respons mereka dapat menyebabkan tubuh terasa sakit dan demam dengan berkeringat atau mungkin kedinginan. Akan tetapi, kondisi ini akan kembali membaik di pagi hari.

"Pada dasarnya, sistem kekebalan tubuh kita bekerja pada jam sirkadian, di mana sebagian besar pekerjaan dilakukan saat kita tidur," kata Braunstein, dikutip dari Elite Daily pada Minggu (10/11/2021).

2. Batuk lebih parah saat tubuh terbaring
Alasan lainnya ialah ada beberapa penyakit dan gejala yang memang cenderung menyerang di malam hari ketika berbaring dan tidur. Salah satu gejala tersebut adalah batuk.

"Batuk lebih buruk di malam hari karena kita cenderung membuat lebih banyak lendir pada waktu itu, dan ketika kita berbaring di tempat tidur, lendir menetes ke bagian belakang tenggorokan dan menyebabkan refleks batuk," kata Braunstein.

Braunstein juga menyoroti dua kondisi lain yang diperburuk dengan berbaring, yakni refluks asam dan gagal jantung kongestif, yang dapat menyebabkan sesak napas saat berbaring.

3. Orang cenderung lebih memperhatikan di malam hari
Kemungkinan lain adalah seseorang tidak menyadari dirinya merasa sakit sampai ia berhenti beraktivitas. Ketika disibukkan dengan pekerjaan di siang hari, seseorang cenderung tak memikirkan apa yang dirasakan. Namun, ketika aktivitas berhenti di malam hari, semua gejala tersebut jadi lebih terasa.

Nah, jika sudah begitu, hal yang harus dilakukan adalah memastikan minum banyak cairan. Selain itu, sesuaikan dengan kondisinya. Misalnya, jika Anda mengalami batuk basah yang parah, maka cobalah menopang tubuh dengan bantal tambahan.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kesehatan sakit Batuk

Sumber : Antara

Editor : Aliftya Amarilisya

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top