Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pentingnya Rehabilitasi Medis untuk Pasien Pasca Covid-19

Rehab medis pasca Covid-19 membuat pemulihan pasien lebih maksimal saat di rumah.
Hafiyyan
Hafiyyan - Bisnis.com 31 Oktober 2021  |  19:51 WIB
Suasana pasien Covid-19 di Pasuruan. - Choirul Anam
Suasana pasien Covid-19 di Pasuruan. - Choirul Anam

Bisnis.com, JAKARTA - Setelah sembuh atau dinyatakan negatif dari Covid-19, pasien idealnya melakukan rehabilitasi, terutama untuk gangguan kesehatan yang cukup berat.

Adila Hikma, Spesialis Kedokteran Fisik dan Rebilitasi, menyampaikan rehab medis merupakan bagian kedokteran yang menangani pasien pasca cedera atau mengalami gangguan penyakit yang cukup besar. Rehab medis juga membantu anak-anak yang mengalami ganguan tumbuh kembang.

"Kalau untuk layanan post Covid-19, rehab medis bertujuan agar pasien di rumah sakit cepat turun, karena kebutuhan tempat tidur tinggi," paparnya dalam talkshow di Intagram bersama Bisnis.com bertajuk Rehabilitasi Medis Pasien Pasca Covid-19.

Rehab medis bertujuan menurunkan angka Bed Occupancy Rate (BOR), terutama saat kasus Covid-19 sedang melonjak. Selain itu, rehab medis membuat pemulihan pasien lebih maksimal saat di rumah.

Namun demikian, sambung Adila, masyarakat masih belum terlalu peduli dengan rehab medis pasca Covid-19. Biasanya, mereka melakukan diagnosis pribadi, isolasi mandiri 14 hari, kemudian beraktivitas lagi.

Penanganan rehab medis pasca Covid-19 bergantung serangan virus di daerah mana. Sekitar 40 persen-50 persen virus menyerang gangguan pernapasan. Oleh karena itu, pasien yang sudah sembuh terkadang mudah capek atau susah fokus.

"Penanganannya bertahap, artinya dia tidak bisa kembali ke 100 persen aktivitas seperti dahulu, harus bertahap peningkatan fungsi pernapasannya," jelasnya.

Di sisi lain, ada juga yang trauma gangguan di saraf vagus, sehingga menyebabkan stres, gangguan tidur, dan kesulitan menelan. Cara penangannanya dengan memberikan stimulus yang menyenangkan, seperti bernyanyi sambil latihan menelan.

"Selain itu, bisa saja bekerja sama dengan psikolog untuk melakukan psikoterapi sehingga saraf-saraf, termasuk vagus lebih rileks," imbuhnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

medis Covid-19 Adaptasi Kebiasaan Baru
Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top