Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sembuh dari Covid-19 Picu Reumatik? Begini Penjelasan Dokter

Benarkah sembuh dari Covid-19 bisa picu reumatik autoimun? Berikut penjelasan pakar reumatologi dari Fakultas Kedokteran UI.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 04 Desember 2021  |  08:50 WIB
Ilustrasi - Sakit radang sendi. - Antara
Ilustrasi - Sakit radang sendi. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Dokter spesialis penyakit dalam kosultan reumatologi dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), dr. Rudy Hidayat, Sp.PD-KR mengungkapkan saat ini belum cukup data untuk memastikan apakah sembuh dari Covid-19 bisa memicu penyakit reumatik autoimun.

Penyakit reumatik autoimun diketahui merupakan hasil interaksi adanya faktor genetik yang memudahkan munculnya kondisi autoimun ditambah dengan faktor lingkungan.

"Faktor lingkungan yang banyak diteliti salah satunya adalah infeksi virus, tetapi untuk Covid-19 tentu belum cukup data untuk memastikan hal tersebut," kata Rudy yang berpraktik di RS Pondok Indah itu dalam keterangan tertulisnya, dikutip Sabtu (4/12/2021).

Menurut dia, para ahli kesehatan masih melakukan penelitian untuk menjawab pertanyaan itu, karena dari berbagai observasi selama ini kemungkinan tersebut cukup besar.

"Beberapa jurnal melaporkan adanya pasien-pasien yang didiagnosis arthritis rheumatoid (RA) pascainfeksi Covid-19. Namun, hasil penelitian belum diungkapkan secara luas," tutur Rudy.

Rudy merujuk berbagai laporan yang ada mengatakan, infeksi Covid-19 lebih besar dampaknya pada pasien dengan autoimun, apalagi dengan terapi imunosupresan atau obat yang menekan sistem imun.

Di samping itu, infeksi juga dapat menjadi pemicu aktivitas penyakit autoimun.

Hal ini menjadi dasar mengapa pasien autoimun dianjurkan untuk segera melakukan vaksinasi Covid-19, terutama pada kondisi autoimun yang terkendali, karena keuntungannya yang lebih besar dibandingkan risikonya.

"Sedangkan untuk kondisi pascainfeksi, nampaknya tidak terdapat perbedaan yang signifikan yang berkaitan dengan kondisi autoimun yang diderita, kecuali adanya post-Covid syndrome yang dapat memperberat kondisi autoimun," tutur Rudy.

Dia mengatakan, hal ini perlu dievaluasi dengan baik dan teliti oleh dokter yang menangani untuk membedakan mana yang merupakan manifestasi dari reumatik-autoimun atau merupakan manifestasi post-covid syndrome, atau justru kombinasi dari keduanya.

Rudy menyarankan, tak ragu segera berkonsultasi dengan dokter spesialis penyakit dalam atau dokter spesialis penyakit dalam konsultan reumatologi jika mengalami gejala post-covid syndrome yang menuju kepada gejala reumatik, ataupun penyakit reumatik autoimun.

"Penanganan dini pada gejala, dapat membantu mempercepat pemulihan," ujar dia.

Penyakit reumatik terjadi saat ada gangguan yang melibatkan sistem organ muskuloskeletal yakni sendi, otot, tulang, dan struktur jaringan ikat) dan autoimun.

Sementara, Covud-19 disebabkan infeksi virus severe acute respiratory syndrome 2 (SARS-CoV-2) yang menimbulkan kelainan atau gangguan pada sistem organ pernapasan dan berbagai sistem organ lainnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona Covid-19 Rematik

Sumber : Antara

Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top