Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Simak 7 Tips Diet Keto yang Tepat dan Aman

Penelitian menemukan bahwa diet keto sangat bermanfaat untuk menurunkan berat badan, sebagian karena efek penekan nafsu makannya.
Annasa Rizki Kamalina
Annasa Rizki Kamalina - Bisnis.com 15 Desember 2021  |  18:10 WIB
Ilustrasi makanan yang boleh dikonsumsi selama menjalani diet keto - Freepik
Ilustrasi makanan yang boleh dikonsumsi selama menjalani diet keto - Freepik
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Diet keto menjadi pilihan dari beragam diet yang tersedia. Meskipun banyak pro kontra dengan tipe diet ini, masih banyak yang melakukannya.

Pada dasarnya, diet keto diet rendah karbohidrat dan tinggi lemak yang menyebabkan tubuh membakar lemak alih-alih karbohidrat. Proses pembakaran ini disebut dengan ketosis dan diklaim membantu menurunkan berat badan.

Ketosis adalah proses metabolisme normal yang memberikan beberapa manfaat kesehatan. Selama ketosis, tubuh mengubah lemak menjadi senyawa yang dikenal sebagai keton dan mulai menggunakannya sebagai sumber energi utamanya. 

Penelitian telah menemukan bahwa diet yang mempromosikan ketosis sangat bermanfaat untuk menurunkan berat badan, sebagian karena efek penekan nafsu makannya.

Penelitian juga menunjukkan bahwa ketosis dapat membantu bagi para penderita diabetes tipe 2 dan gangguan neurologis. Bagi masyarakat Asia yang hidup dengan karbohidrat, cukup sulit mengurangi konsumsi bahan makanan tersebut. 

Konon, mencapai keadaan ketosis membutuhkan perencanaan, karena tidak semudah kelihatannya. Berikut ini 7 tips agar tubuh dapat melakukan ketosis, melansir dari Healthline.

  1. Kurangi konsumsi karbohidrat 

Sel-sel tubuh biasanya menggunakan glukosa, atau gula, sebagai sumber bahan bakar utama mereka. Namun, sebagian besar sel juga dapat menggunakan sumber bahan bakar lain, termasuk asam lemak dan keton.

Tubuh Anda menyimpan glukosa, dalam bentuk glikogen, di hati dan otot Anda. Ketika asupan karbohidrat sangat rendah, simpanan glikogen berkurang dan kadar hormon insulin menurun. Ini memungkinkan asam lemak dilepaskan dari simpanan lemak di tubuh.

Membatasi jumlah karbohidrat yang dikonsumsi, yaitu 20-50 grams saja setiap harinya. Kebiasaan ini akan menurunkan kadar gula darah dan menaikkan kadar insulin. Hal tersebut akan memicu ketosis, di mana asam lemak yang tersimpan diubah menjadi keton. 

  1. Konsumsi Minyak Kelapa

Minyak kelapa mengandung medium-chain triglycerides (MCT).  Tidak seperti kebanyakan lemak, MCT dengan cepat diserap dan dibawa langsung ke hati dan dapat segera digunakan untuk energi atau diubah menjadi keton.

Faktanya, telah disarankan bahwa mengonsumsi minyak kelapa mungkin merupakan salah satu cara terbaik untuk meningkatkan kadar keton pada orang dengan penyakit Alzheimer dan gangguan sistem saraf lainnya.

  1. Tingkatkan aktivitas fisik 

Saat berolahraga, Anda menghabiskan simpanan glikogen tubuh. Stok glikogen ini biasanya terisi ulang ketika Anda makan karbohidrat, yang dipecah menjadi glukosa. Glukosa yang tidak dibutuhkan segera disimpan sebagai glikogen.

Namun, jika asupan karbohidrat diminimalkan, simpanan glikogen tetap rendah. Sebagai respon norma, hati akan meningkatkan produksi keton, yang dapat digunakan sebagai sumber bahan bakar alternatif untuk otot Anda

Aktivitas fisik yang tinggi dapat meningkatkan kadar keton selama pembatasan konsumsi karbohidrat. Efek ini dapat ditingkatkan dengan berolahraga dalam keadaan puasa.

1 dari 0 halaman

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tips sehat diet diet keto
Editor : Novita Sari Simamora
Bagikan

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top