Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

8 Penyakit Ini Bisa Diketahui dengan Melihat Kondisi Fisik Lho

Pengobatan lebih dini tentunya akan lebih baik dibanding bila penyakit sudah berlangsung lama dan tidak diatasi dengan baik
Ni Luh Anggela
Ni Luh Anggela - Bisnis.com 23 Desember 2021  |  13:08 WIB
Ginjal - thekidneysolution.com
Ginjal - thekidneysolution.com

Bisnis.com, JAKARTA - Tahukah Anda, beberapa penyakit bisa diketahui dengan melihat kondisi fisik seseorang?

Penampilan fisik yang khas menjadi salah satu pemeriksaan yang bisa memberikan petunjuk adanya penyakit yang 'lebih besar' sebagai penyebab utama suatu kondisi dari seseorang. Dokter spesialis penyakit dalam RA Adaninggar mengatakan, petunjuk ini bukanlah satu-satunya, melainkan akan digabung dengan petunjuk-petunjuk lain untuk menyimpulkan suatu penyakit.

Sayangnya, kondisi-kondisi khas ini baru muncul saat penyakit sudah di tahap lanjut karena sebagian besar penyakit kronis itu tidak menunjukkan gejala di awal. Namun, sebagai awam, mengenali petunjuk-petunjuk ini sangat penting, agar Anda bisa segera mencari pertolongan dan penyakit bisa dideteksi dan diobati secara dini. Selain itu, Anda juga bisa terhindar dari komplikasi hingga kematian.

"Pengobatan lebih dini tentunya akan lebih baik dibanding bila penyakit sudah berlangsung lama dan tidak diatasi dengan baik," kata dokter yang akrab disapa Ning, melalui akun Instagramnya, Kamis (23/12/2021).

Berikut delapan penyakit yang bisa diketahui dengan melihat kondisi fisik seseorang.

1. Penyakit ginjal kronik

Biasanya, gejala pada penderita gagal ginjal kronis stadium 1-3 tidak begitu terlihat. Gejalanya justru baru terasa ketika sudah mencapai stadium 4 dan 5 karena beratnya gangguan metabolisme tubuh.

Oleh karena itu, coba amati diri Anda sendiri atau orang lain. Bila Anda atau orang lain mengalami xerosis (kulit kering), uremic frost (kristal-kristal putih urea di kulit), pruritus (bekas garukan dan luka karena gatal), hiperpigmentasi (kulit menghitam) dan bengkak di kaki dan pergelangan kaki, segera periksakan diri ke dokter karena bisa jadi, ini merupakan gejala penyakit ginjal kronik.

2. Diabetes melitus

Apabila Anda menemukan kulit yang menghitam pada lipatan-lipatan kulit, kemerahan kulit yang biasanya terjadi di kaki akibat keradangan pembuluh darah, serta diabetic dermopathy (kulit kering, bercak merah akibat kelainan saraf dan pembuluh darah), Anda mungkin mengidap diabetes melitus.

"Kelainan kulit pada diabetes tidak hanya ini, tetapi ini yang khas dan sering terjadi," kata Ning.

3. Penyakit autoimun

Penyakit autoimun adalah kondisi dimana sistem kekebalan tubuh seseorang menyerang tubuhnya sendiri. Penyakit autoimun memiliki banyak jenis dan diagnosisnya memiliki kriterianya masing-masing.

Misalnya pada lupus, Anda mungkin akan mengalami rambut rontok dan bercak kemerahan yang khas (butterfly rush). Pada penderita scleroderma, gejala yang dialami seperti kulit menebal dan kaku karena kelebihan jaringan ikat. Kemudian, bila jari Anda memutih dan nyeri setelah terkena udara dingin, bisa jadi Anda menderita fenomena Raynaud.

Sementara itu, bila Anda menjumpai lapisan seperti lilin pada kulit, radang sendi dan kelainan kuku, Anda mungkin menderita artritis psoriatik.

4. Penyakit liver kronis

Meskipun memiliki beragam jenis, penyakit liver memiliki beberapa gejala dan keluhan yang mirip. Misalnya, kulit berwarna kuning akibat endapan bilirubin (ikterus), kulit terasa gatal, bisa disertai atau tidak disertai ikterus, adanya pelebaran pembuluh darah menyerupai laba-laba, telapak tangan kemerahan salah satunya akibat adanya gangguan hormon terkait gangguan liver serta perut berisi cairan (asites).

5. Penyakit cushing

Cushing sindroma adalah kumpulan gejala akibat kelebihan hormon kortisol. Ini bisa terjadi karena tumor otak, tumor di kelenjar adrenal, atau konsumsi steroid berlebihan. Tanda-tandanya meliputi wajah membulat, ada 'punuk' di leher belakang, kegemukan perut yang disertai dengan selulit kemerahan, kulit mudah memar, dan rambut tipis.

6. Penyakit tiroid

Apabila Anda kekurangan tiroid, atau yang juga disebut dengan hypothyroidism, Anda mungkin akan mengalami gejala seperti: rambut rontok, gondok, gangguan kesuburan, wajah sembab, denyut nadi melambat, berat badan naik, konstipasi,hingga tidak tahan dingin.

Sementara, bila Anda kelebihan tiroid atau yang dikenal dengan hyperthyroidism, Anda mungkin akan mengalami gejala seperti: rambut rontok, gondok, gangguan kesuburan, mata melotot, denyut nadi cepat, berat badan turun, diare hingga tidak tahan panas.

7. Penyakit jantung

Jika Anda mengalami sesak napas saat beraktivitas atau istirahat, bengkak pada wajah, perut dan tungkai, serta sering batuk, Anda mungkin menunjukkan gejala gagal jantung.

Selain itu, gejala penyakit jantung lainnya yang bisa Anda lihat secara langsung adalah clubbing finger (ujung jari membesar seperti palu yang terjadi akibat kekurangan oksigen yang berlangsung lama), dan sianosis (kebiruan di bibir, lidah, jari karena kekurangan oksigen yang berlangsung lama).

8. Penyakit paru kronis

Pada penderita PPOK (Penyakit Paru Obstruktif Kronis), bila dilihat dari samping dada Anda seperti tong atau yang dikenal dengan barrel chest. Selain itu, mereka dengan kanker paru atau penyakit paru kronis mungkin akan menemukan ujung jari mereka menyerupai palu atau yang dikenal dengan clubbing finger.


Apabila Anda mengalami beberapa perubahan fisik ini, segeralah berkonsultasi dengan dokter, untuk mendapatkan penanganan yang tepat.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

penyakit jantung
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top