Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pandemi Covid-19 Ikut Pengaruhi Kesehatan Mata Anak

Dokter mata dari Siloam Hospitals Bali Dr dr Ariesanti Tri Handayani SpM(K) mengatakan bahwa pandemi Covid-19 berdampak negatif terhadap kesehatan mata anak, karena tingginya intensitas penggunaan gawai.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 31 Desember 2021  |  19:35 WIB
Siswa Sekolah Dasar didampingi orang tua melakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dengan sistem daring pada hari pertama tahun ajaran baru 2020-2021 di Palembang, Sumatera Selatan, Senin (13/7/2020). Pemerintah Kota Palembang melalui Dinas Pendidikan menginstruksikan sekolah untuk melakukan sistem PJJ di awal tahun ajaran baru hingga September mendatang sebagai antisipasi penyebaran COVID-19 di lingkungan sekolah. ANTARA FOTO - Feny Selly
Siswa Sekolah Dasar didampingi orang tua melakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dengan sistem daring pada hari pertama tahun ajaran baru 2020-2021 di Palembang, Sumatera Selatan, Senin (13/7/2020). Pemerintah Kota Palembang melalui Dinas Pendidikan menginstruksikan sekolah untuk melakukan sistem PJJ di awal tahun ajaran baru hingga September mendatang sebagai antisipasi penyebaran COVID-19 di lingkungan sekolah. ANTARA FOTO - Feny Selly

Bisnis.com, JAKARTA – Dokter mata dari Siloam Hospitals Bali Dr dr Ariesanti Tri Handayani SpM(K) mengatakan bahwa pandemi Covid-19 berdampak negatif terhadap kesehatan mata anak, karena tingginya intensitas penggunaan gawai.

“Anak-anak maupun orang dewasa yang sering menggunakan gawai, rentan mengalami mata lelah, dan jika dibiarkan dapat menimbulkan gangguan kesehatan,” kata Ariesanti dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat (31/12/2021).

Studi penelitian di Tiongkok menyebutkan bahwa efek dari pandemi Covid-19 telah meningkatkan kasus gangguan mata minus, bahkan pada anak-anak. Selama 2020 anak usia 6–8 tahun ternyata tiga kali lipat lebih rawan terkena miopia dibandingkan dengan sebelum pandemi Covid-19.

Dia menjelaskan, mata minus terjadi karena cahaya yang masuk ke dalam mata jatuh di depan retina mata. Hal itu dipicu oleh panjang bola mata yang bertambah atau kemampuan mata dalam memfokuskan cahaya, sehingga objek yang jauh terlihat buram.

“Ada dampaknya pada mata, yaitu terbagi dua, mata lelah atau mata kering yang disebabkan karena Computer Vision Syndrome [CVS], dan akomodasi karena jangka lama yang diakibatkan adanya penambahan ukuran refraksi [miopia] yang progresif,” kata dia.

CVS merupakan masalah pada organ mata dan penglihatan yang bersifat kompleks, dan terkait dengan fungsi mata dalam aktivitas dekat yang berhubungan dengan komputer. Adapun faktor risiko dari CVS adalah adanya gangguan refraksi (minus, plus, silinder) yang tidak dikoreksi.

“Termasuk adanya penyakit pada tubuh, seperti diabetes melitus, alergi, autoimun, dan lainnya. Adapun penggunaan obat-obatan yang memicu penyakit mata kering, misalnya obat anti glaukoma, obat hipertensi, dan anti depresi, dan usia yang sudah lanjut juga ikut memengaruhi penyakit pada mata dan sistematik,” terang dia.

Untuk mencegah terjadinya CVS maka sebaiknya perlu memeriksa kondisi mata sebelum menggunakan komputer, pastikan cukup penerangan dengan posisi duduk yang ergonomis, serta meminimalisir penggunaan cahaya pada gawai.

“Jarak yang ideal untuk mata dalam penggunaan gawai sekitar 30 cm, dan untuk komputer sekitar 60 cm, serta untuk televisi sekitar 10 kaki atau kurang lebih 3 meter. Lalu biasakan melihat jarak jauh sekitar 20 kaki selama 20 detik setelah maksimal melihat jarak dekat setelah 20 menit,” terang Ariesanti.

Untuk menghindari peningkatan miopia adalah dengan mengurangi aktivitas dekat sesering mungkin, perbanyak aktivitas di luar ruangan, periksa mata anak sebelum usia sekolah bila orang tua memakai kacamata. Selain itu, kontrol kacamata rutin setiap 6 bulan sekali atau maksimal 1 tahun sekali.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kesehatan mata Adaptasi Kebiasaan Baru

Sumber : Antara

Editor : Lili Sunardi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top