Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pilihan Alternatif Investasi Pasif Income yang Menjanjikan untuk Masa Depan

Passive Income atau penghasilan pasif ialah pendapatan yang bisa didapatkan seseorang atas kegiatan ekonomi yang dia lakukan, tanpa perlu berperan aktif dalam kegiatan tersebut.
Alifian Asmaaysi
Alifian Asmaaysi - Bisnis.com 11 Januari 2022  |  16:20 WIB
Ilustrasi apartemen
Ilustrasi apartemen

Bisnis.com, JAKARTA – Banyak orang berlomba-lomba untuk mencapat titik stabil dalam hidup. Tak ayal banyak orang rela mengorbankan waktunya hanya untuk terus bekerja tiada henti untuk memenuhi kebutuhan ekonomi.

Dewasa ini, mengandalkan uang yang datang dari gaji saja rasanya tidaklah cukup. Anda juga perlu mempekerjakan uang anda agar menjadi Passive Income sebagai sumber pendapatan tambahan. Lalu sebenarnya apa sih passive income itu? Dan bagaimana cara mendapatkan passive income?

Passive Income atau penghasilan pasif ialah pendapatan yang bisa didapatkan seseorang atas kegiatan ekonomi yang dia lakukan, tanpa perlu berperan aktif dalam kegiatan tersebut.

Pendapatan pasif adalah pendapatan yang bisa dihasilkan seseorang bahkan saat orang tersebut tertidur, contohnya adalah ketika Anda memiliki properti seperti apartemen.

Tren Investasi di bidang properti memang mengalami peningkatan. Sektor property dinilai menawarkan banyak keunggulan jika dibandingkan dengan bentuk investasi lainnya. Selain berwujud nyata, produk properti memiliki sifat harga yang selalu naik, dan bisa disewakan. Sehingga dapat dijadikan alternatif untuk mendapatkan pendapatan tambahan.

Melansir Yahoo, ada beberapa jenis investasi real estat untuk pendapatan pasif. Yang harus Anda pilih akan tergantung pada tingkat pengalaman Anda, arus kas yang tersedia dan waktu yang Anda mampu untuk mendedikasikan untuk investasi Anda. Berikut adalah beberapa pilihan investasi real estat untuk dipertimbangkan.

Berikut perinciannya :

1. Rumah Keluarga 

Rumah keluarga tunggal, atau SFH, adalah properti sewaan yang berdiri sendiri, seperti rumah atau bahkan unit kondominium. Properti ini dapat dibeli dan kemudian disewakan kepada penyewa tunggal, pasangan atau bahkan keluarga. Ini memberikan pertumbuhan aset jangka panjang dan, dalam banyak kasus, pendapatan bulanan tambahan.

SFH adalah salah satu pilihan paling umum untuk investasi real estat. Namun, mereka juga bisa berisiko, karena pergantian dan lowongan sama dengan kehilangan pendapatan bagi tuan tanah.

2. Bangunan apartemen

Jika Anda melihat skala pendapatan pasif yang lebih besar, bangunan apartemen yang mencakup properti dengan lima unit atau lebih  dapat memenuhi kebutuhan Anda. Seperti halnya properti multi-keluarga, properti investasi ini dapat lebih disederhanakan dalam beberapa hal dan meningkatkan potensi pendapatan pasif.

Namun, bangunan apartemen juga memerlukan proses manajemen yang jauh lebih terlibat; Anda mungkin ingin menyewa manajer properti untuk mencari penyewa, mengumpulkan uang sewa, dan memfasilitasi perbaikan, yang semuanya dapat memengaruhi pendapatan Anda.

3. Gudang

Baik masyarakat perkotaan maupun pedesaan dapat memperoleh manfaat dari fasilitas unit penyimpanan atau gudang, yang dibutuhkan di hampir setiap wilayah berpenduduk di negara ini. Dengan beberapa unit dan overhead yang relatif rendah, fasilitas penyimpanan dapat menjadi cara yang bagus untuk menghasilkan pendapatan pasif.

Pendapatan Anda akan bergantung pada jumlah unit yang Anda miliki, serta faktor-faktor seperti kontrol iklim dan akses pelanggan. Anda mungkin perlu mempertimbangkan biaya manajemen properti, keamanan, dan asuransi.

4. Rumah liburan

Properti liburan bisa menjadi pilihan yang menyenangkan dan menguntungkan untuk menghasilkan pendapatan pasif. Properti ini dapat dibeli di area yang Anda dan keluarga Anda nikmati untuk dikunjungi, memungkinkan Anda untuk menggunakan rumah tersebut pada minggu-minggu tertentu dalam setahun dan menyewakannya sepanjang waktu. Dalam beberapa kasus, mungkin membayar sendiri, liburan Anda di sana dan kemudian beberapa. Biaya termasuk biaya kepemilikan rumah biasa (perbaikan, pembaruan, asuransi, dll.) serta biaya manajemen, biaya platform sewa, dan layanan tata graha.

Salah satu apartemen yang memiliki nilai jual tinggi dan dapat dijadikan sebagai passive income yang menjanjikan adalah Anwa Residence Apartemen Bintaro. Apartemen ini Memiliki lokasi yang strategis karena berdiri di kawasan jantung, Bintaro. Anwa Residence Apartemen Bintaro juga terkoneksi dengan berbagai macam ruang publik. Hanya selangkah dengan Stasiun Jurang Mangu, Pintu Tol Pondok Aren dan Mall Bintaro Xchange.

Anwa Residence Apartemen Bintaro juga memiliki fasilitas mulai dari podium parkir yang luas, mini waterpark, shopping arcade, gym, bahkan infinity pool serta fasilitas lainnya.

Anwa Residence Apartemen Bintaro memiliki 4 tipe unit, yaitu tipe studio, one bedroom, two bedroom, dan three bedroom. Di mana masing-masing unit memiliki balkon yang cukup luas. Jika di apartemen lainnya balkon yang ditawarkan hanya bisa dipakai untuk outdoor ac saja, berbeda dengan balkon yang ada di apartemen Anwa. Sebab, balkonnya itu cukup luas dan dapat digunakan sebagai tempat bersantai penghuni. Harga yang ditawarkan untuk 1 unit Anwa Residence Apartemen Bintaro dibandrol dengan harga mulai dari Rp500 jutaan.

 

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

investasi tips keuangan
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top