Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jangan Coba-coba Sengaja Terinfeksi Omicron, Ini Alasannya

Menurut Mayo Clinic, Covid-19 ‘long haulers’ dapat merasa tidak sehat selama berminggu-minggu, berbulan-bulan atau bahkan lebih lama dengan gejala yang berkisar dari batuk dan nyeri sendi, hingga gejala kesehatan mental.
Ni Luh Anggela
Ni Luh Anggela - Bisnis.com 19 Januari 2022  |  18:24 WIB
Ilustrasi Omicron. - Antara
Ilustrasi Omicron. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA – Seorang epidemiolog dari AS memperingatkan agar orang-orang tidak secara sengaja mencoba terinfeksi varian Omicron, meskipun Omicron disebut tidak menyebabkan penyakit yang parah.

Umumnya, ini bukanlah keputusan yang masuk akal.

“Bukan ide yang baik untuk secara sadar mengekspos diri Anda terhadap infeksi,” kata Gwen Murphy direktur epidemiologi di Let’sGetChecked, melansir Well and Good, Rabu (19/1/2022).

Menurutnya, Anda tidak akan tahu bagaimana tubuh Anda akan merespons patogen baru dan bagaimana itu dapat membahayakan kesehatan Anda dan orang-orang disekitar Anda.

Presiden dan direktur laboratorium pengujian Covid IGeneX Jyotsna Shah menambahkan bahwa penyakit biasa seperti cacar air di masa kanak-kanak, bahkan menjadi bencana besar.

“Yang benar adalah, Anda tidak tahu bagaimana setiap infeksi akan berlanjut. Anda mungkin beruntung, atau mungkin, tidak,” kata Shah.

Ada beberapa alasan khusus mengapa mengambil tindakan pencegahan yang tepat - seperti yang saat ini kita lakukan, perlu dilakukan untuk menghindari paparan Omicron. Dan juga, alasan mengapa Anda jangan pernah coba-coba terinfeksi Omicron dengan sengaja.

1. Belum ada bukti bahwa terinfeksi Omicron dapat memberi Anda kekebalan

Hingga saat ini, para peneliti tidak menemukan bukti yang menunjukkan bahwa tertular Omicron akan memberi Anda kekebalan terhadap varian di masa depan.

“Bagi mereka yang pernah terinfeksi sebelumnya, kami tidak dapat memastikan apakah mereka melaporkan kekebalan jangka panjang, dan kami mencatat kasus infeksi ulang,” kata Shah.

Akan tetapi, beberapa penelitian menunjukkan bahwa booster Covid-19 setidaknya 80 persen efektif dalam melindungi orang dari infeksi parah.

2. Tidak ada jaminan bahwa tubuh Anda bisa menangani virus dengan baik

Bahkan jika Anda berisiko terkena kasus Covid-19 yang parah, tetap tidak ada jaminan bahwa tubuh Anda bisa menangani virus dengan baik.

“Ada banyak laporan tentang anak muda, tanpa penyakit penyerta, dirawat di rumah sakit. Bagaimana kamu tahu itu bukan kamu atau seseorang yang kamu cintai?” kata Shah. Ini adalah pertanyaan yang menantang tetapi penting untuk dipertimbangkan.

3. Covid-19 dapat menyebabkan konsekuensi jangka panjang

“Banyak dari mereka yang pulih dari infeksi Covid yang relatif ‘ringan’ mungkin menderita kerusakan long-term Covid, terutama di jantung dan paru-paru mereka,” kata Shah.

Menurut Mayo Clinic, Covid-19 ‘long haulers’ dapat merasa tidak sehat selama berminggu-minggu, berbulan-bulan atau bahkan lebih lama dengan gejala yang berkisar dari batuk dan nyeri sendi, hingga gejala kesehatan mental.

Meskipun Anda mungkin terinfeksi Covid-19 tanpa masalah jangka panjang, dengan sengaja membuat diri Anda terinfeksi, Anda secara tidak langsung membawa orang-orang disekitar Anda berada dalam bahaya.

“Dengan sengaja menginfeksi diri sendiri dengan Omicron, sama saja dengan melempar dadu tidak hanya dengan kesehatan Anda sendiri tetapi juga dengan teman dan keluarga Anda, yang beberapa di antaranya mungkin mengalami gangguan kekebalan,” kata Murphy.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona omicron
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top