Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Covid-19 Bisa Menjadi seperti Flu Biasa, Asalkan Prokes Diterapkan Secara Umum

Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) menyebut Covid-19 bisa menjadi flu biasa di masa mendatang jika kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan (prokes) bisa diterapkan secara umum.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 24 Januari 2022  |  14:28 WIB
Ilustrasi Omicron. - Antara
Ilustrasi Omicron. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA – Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) menyebut Covid-19 bisa menjadi flu biasa di masa mendatang jika kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan (prokes) bisa diterapkan secara umum.

“Sekarang masyarakat terbiasa memakai masker dan tidak lagi malas mencuci tangan, dan interaksi agak berkurang. Kalau perilaku ini jadi hal umum, maka mungkin saja suatu ketika [Covid-19] akan diberlakukan seperti flu biasa,” kata Erlina Burhan Ketua Pokja Infeksi Pengurus Pusat PDPI, Senin (24/1/2022).

Erlina mengatakan, ada kemungkinan sebagian varian SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 dapat diperlakukan mirip seperti penyakit flu biasa atau musiman, khususnya varian dengan gejala yang ringan seperti Omicron.

Erlina menyebut, Omicron memiliki gejala yang relatif mirip dengan influenza biasa, seperti batuk kering, nyeri pada tenggorokan, pilek, sakit kepala, nyeri di perut, dan demam.

“Berdasarkan laporan 43 kasus Omicron di Amerika Serikat pada 1–8 Desember 2021, data dari 37 pasien simptomatik [bergejala] yang mengalami batuk 89 persen, fatigue 65 persen, hidung tersumbat 59 persen, demam 38 persen, mual atau muntah 22 persen, sesak napas 16 persen, diare 11 persen, dan anosmia 8 persen,” ujarnya.

Sementara itu, berdasarkan pengamatan pada 17 pasien probable Omicron dan Omicron di RSUP Persahabatan, kata Erlina, sebanyak 65 persen bergejala ringan, batuk kering 63 persen, nyeri tenggorokan 54 persen, pilek 27 persen, sakit kepala 36 persen, dan demam 18 persen.

Menurutnya, Omicron pada kalangan tertentu, seperti lansia, orang dengan komorbid atau penyakit bawaan, serta anak-anak tetap memerlukan perhatian secara khusus, terutama saat derajat kesakitan bersifat sedang, berat, atau parah akan memerlukan perawatan medis.

Erlina juga mengingatkan masyarakat untuk tidak menganggap enteng Omicron yang ada saat ini. Sebab, muncul kekhawatiran narasi Covid-19 yang dapat diperlakukan sama dengan penanganan flu biasa berisiko memicu perilaku abai masyarakat terhadap kepatuhan pada protokol kesehatan.

“Gejala flu pada Omicron ini memerlukan perlakuan khusus, contohnya memakai masker, isolasi saat terpapar. Itu tidak dilakukan oleh orang dengan flu biasa, mereka tetap beraktivitas di luar rumah tanpa masker, sedangkan Omicron bisa menular dan berat juga, bahkan meninggal,” jelasnya.

Secara terpisah, Juru Bicara Kementerian Kesehatan RI Siti Nadia Tarmizi mengemukakan sejumlah perbedaan spesifik Omicron dan flu biasa.

“Flu tidak ada anosmia [hilang penciuman], meskipun di Omicron juga jarang terjadi,” katanya.

Selain itu, Omicron dapat dibedakan dengan flu biasa berdasarkan hasil pemeriksaan PCR melalui metode S-Gene Target Failure (SGTF) untuk deteksi dini.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

influenza Covid-19 Adaptasi Kebiasaan Baru omicron
Editor : Lili Sunardi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top