Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tak Boleh Diabaikan, Ini Gejala Omicron yang Tak Terduga

Covid-19 varian Omicron memunculkan gejala tak terduga yang sebelumnya sering diabaikan. Apa itu? Berikut ulasannya.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 02 Februari 2022  |  16:15 WIB
Tak Boleh Diabaikan, Ini Gejala Omicron yang Tak Terduga
Ilustrasi pria mengalami gejala Covid-19 varian Omicron - Freepik
Bagikan

Bisnis.com, SOLO - Meskipun Covid-19 varian Omicron diketahui menyebabkan gejala yang mirip dengan jenis sebelumnya, ada banyak bukti di mana varian ini juga bisa memicu gejala yang tidak terduga di antara pasien.

Dikutip dari Medical Daily, Rabu (2/2/2022), studi beberapa ahli medis menjelaskan, pusing bisa menjadi tanda peringatan Omicron.

Temuan itu pun didukung oleh penelitian yang diterbitkan oleh U.S. National Library of Medicine National Institutes of Health, di mana pada bulan lalu ditemukan prevalensi pusing pada banyak pasien Covid-19.

Di sisi lain, penelitian sebelumnya yang diterbitkan pada September 2020 hanya menunjukkan adanya pusing sebagai manifestasi klinis Covid-19.

Pada saat itu, menurut tim peneliti, pusing bukanlah gejala yang mengejutkan karena kondisi tersebut telah lama dikaitkan dengan infeksi virus secara historis.

Oleh sebab itu, daftar resmi tanda dan gejala yang diakui Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) tidak memasukkan pusing, tetapi menyebutkan sakit kepala dan mual.

Lantaran itu pula, karena gejalanya tidak dikenali sebagai tanda khas Covid-19, dokter cenderung mengabaikan pusing dibandingkan tanda infeksi lainnya.

"[Sekarang] kami ingin menekankan pusing tidak boleh dianggap enteng karena telah terbukti menjadi manifestasi klinis di antara pasien Covid-19. Sangat penting bagi dokter untuk tetap waspada, terutama ketika mengelola gejala nonspesifik seperti pusing, karena dapat dengan mudah diabaikan," kata penulis studi terbaru tentang Covid-19 dan pusing.

Sementara itu, Layanan Kesehatan Nasional di Inggris (NHS) telah membedakan jenis pusing yang disebabkan SARS-CoV-2 dari pusing yang dipicu oleh infeksi dan kondisi virus lainnya.

Menurut organisasi tersebut, Covid-19 menyebabkan sensasi berputar atau vertigo. Selain itu, infeksi virus corona dapat membuat pasien seolah-olah akan pingsan.

Kedua, manifestasi tersebut cenderung muncul selama fase infeksi akut. Namun, keduanya juga dapat muncul selama masa pemulihan atau sebagai bagian dari gejala long Covid-19.

Oleh karenanya, orang yang mengalami pusing atau sakit kepala ringan yang disebabkan oleh Covid-19 disarankan bergerak perlahan saat berpindah dari satu posisi ke posisi lain, terutama saat mencoba duduk atau berdiri dari posisi berbaring.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Covid-19 gejala covid-19 omicron

Sumber : Antara

Editor : Aliftya Amarilisya
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top