Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

3 Cara Menghentikan Anak dari Bully Teman-temannya

Bila anak Anda tetap diam saat diganggu oleh anak yang mem-bully, ini bisa menyebabkan trauma jangka panjang. Tanyakan harinya secara rutin.
Novita Sari Simamora
Novita Sari Simamora - Bisnis.com 18 Februari 2022  |  15:04 WIB
3 Cara Menghentikan Anak dari Bully Teman-temannya
Ilustrasi: Anak bermain gadget

Bisnis.com, JAKARTA - Setiap orang tua ingin membesarkan anak dengan rasa percaya diri yang dapat menyesuaikan diri dengan baik dan tidak di-bully oleh teman-teman.

Namun, kenyataan yang dihadapi adalah muncul beberapa anak yang sering mengganggu, mengejek dan mem-bully anak Anda di sekolah. Aksi bully ini muncul dari kawan-kawan sebaya hingga yang lebih tua.

Jika Anda menduga ini terjadi pada anak Anda, berikut adalah beberapa cara untuk secara aktif menghentikan anak-anak pem-bully yang menindas putra atau putri Anda:

1. Ajari cara merespons

Si kecil Anda kemungkinan besar tidak siap untuk menghadapi pengganggu dengan balasan yang tepat. Jadi, bantulah anak Anda untuk menemukan kata-kata agar bisa menghentikan intimidasi.

Ini bisa berupa perintah yang sederhana dan jelas, seperti "Tinggalkan aku sendiri," "Cukup" atau bahkan tidak mengatakan apa pun dan pergi.

Pastikan kata-kata yang Anda ajarkan tidak melecehkan atau memperparah pelaku intimidasi karena situasinya bisa menjadi lebih buruk.

2. Dorong komunikasi yang jelas dengan Anda

Saat anak Anda di-bully, maka dia akan mencontohkan kalimat-kalimat intimidasi kepada Anda. Cobalah kenali rasa takut yang dimiliki oleh anak Anda.

Bila anak Anda tetap diam, maka ini bisa menyebabkan rasa takut dan dapat mengakibatkan trauma jangka panjang. Tanyakan kepada anak Anda tentang harinya secara rutin dan tetap hubungi orang tua dari teman-teman anak-anak Anda setiap minggu tentang bagaimana keadaannya.

Terkadang anak-anak lain mungkin melaporkan di rumah bahwa teman mereka diganggu, sedangkan anak Anda mungkin diam karena takut. Jadi, Anda harus mendorong komunikasi yang jelas.

3. Bermain peran untuk mengukur respons mereka

Sangat mungkin bahwa anak Anda mungkin belajar apa yang harus dikatakan. Namun, dia bisa saja takut untuk mengatakannya situasi yang sebenarnya, saat menghadapi penindasnya.

Bermain peran dengan Anda adalah cara yang menyenangkan untuk memperjelas situasi dan tetap melatih cara menghadapi si penindas. Ini adalah cara yang bagus untuk memastikan anak Anda tidak takut dengan situasi tersebut.

Ini dapat membantu Anda berpura-pura menjadi penindas dan meminta anak Anda menghentikan perilaku Anda dengan berbagai tanggapan. Hal ini dapat memberdayakan si kecil untuk menghadapi dunia nyata dan membangun harga dirinya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

anak Bullying
Editor : Novita Sari Simamora

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top