Oleh-oleh khas Desa Lembak, Palembang bernama kerupuk dan kemplang/Bisnis Indonesia-Rezha Hadyan
Kuliner

Mengenal Kerupuk dan Kemplang, Oleh-Oleh Murah Meriah dari Desa Lembak

Rezha Hadyan
Jumat, 6 Mei 2022 - 16:36
Bagikan

Bisnis.com, PALEMBANG - Bagi Anda yang bepergian dari Prabumulih menuju Palembang tak ada salahnya untuk mampir membeli kerupuk dan kemplang. 

Di antara dua kota yang ada di Sumatera Selatan ini, terdapat Desa Lembak yang menjadi sentra produsen kerupuk dan kemplang.

Kerupuk dan kemplang merupakan kuliner khas Desa Lembak yang terbuat dari campuran ikan laut dan tepung Tapioka serta bumbu lainnya. 

Makanan tradisional ini memiliki rasa yang gurih, cocok sekali dimakan sambil menonton televisi, membuka gadget dan bersantai.

Selain itu, kerupuk kemplang lembak juga bisa dimakan bersamaan dengan nasi maupun model dan tekwan. Biasanya kerupuk atau kemplang tersebut lengkap dengan sambal atau cuko khas setempat.

Di sepanjang Jalur Lintas Sumatra Palembang - Prabumulih, tepatnya di KM 16 berjejer lapak-lapak penjual kerupuk dan kemplang. Mereka tidak hanya menjajakan kerupuk dan kemplang, ada pula pilihan camilan lain yang bisa dipilih seperti keripik pisang, keripik ubi, keripik singkong, hingga semprong.

Salah satu di antaranya adalah lapak milik Syahila, lapak yang lokasinya berada di pekarangan atau bagian depan rumahnya itu menjual kerupuk dan kemplang khas Lembak dengan beragam variasi. Harga yang ditawarkan pun terbilang terjangkau, yakni sekitar Rp10-25 ribu.

“Tergantung ukurannya Bang kalau harga. Bentuk juga macam-macam, kerupuk ada yang bantet ada yang mekar-mekar. Ini kan selera tinggal pilih,” katanya kepada Tim Jelajah Lebaran 2022 Bisnis Indonesia, Kamis (6/5/2022).

Syahila menyebut harga kerupuk dan kemplang di seluruh lapak yang ada di Lembak tak ada perbedaan. Mereka yang melintas bebas memilih mana lapak yang ingin dikunjungi tanpa perlu membandingkan harga antara lapak satu dan lapak lainnya.

“Sama semua, rezeki kan sudah ada yang atur tak perlu lah bersaing-saing dengan tetangga sekampung kita ini,” ujarnya.

Selama masa arus mudik dan arus balik Lebaran 2022, Syahila mengaku penjualan kerupuk dan kemplangnya naik hingga tiga kali lipat. Setidaknya dia bisa menjual  hingga 180 kerupuk dan kemplang dalam sehari selama musim ramai itu.

“Ramai sekarang ini, naiknya banyak. Kebanyakan ya cari kerupuk dan kemplang, oleh-oleh murah kan ini kita,” ucapnya.

Selain pemudik yang datang dari luar Sumatra Selatan, pemudik lokal juga banyak yang berkunjung ke lapak kerupuk dan kemplang di Lembak. Pemudik lokal atau mereka yang rutin melintas di Lembak kerap berkunjung membeli untuk konsumsi sehari-hari.

“Ada lah yang beli buat sehari-hari makan nasi buat di rumah,” tutur Syahila.

Guna memantau kelancaran dan kesiapan infrastruktur saat arus mudik, Bisnis Indonesia kembali menggelar Jelajah Lebaran 2022 setelah absen pada 2020 dan 2021.

Bisnis Indonesia Jelajah Lebaran 2022 dilaksanakan pada Rabu (27/4/2022) hingga Rabu (4/5/2022). Jelajah Lebaran 2022 dilakukan dengan perjalanan melalui dua rute. 

Pertama, untuk rute Jawa-Bali dilaksanakan dengan menyusuri jalan tol Trans Jawa dan dilanjutkan menyisir jalur pantai utara (Pantura) menuju Banyuwangi dan dilanjutkan penyeberangan ke Bali. Kedua, untuk rute Sumatra  melalui jalan tol Trans Sumatra dari Lampung hingga Dumai, Riau.

Penulis : Rezha Hadyan
Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro