Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kenali Serba-Serbi Penyakit Anak Pasca Lebaran dan Pencegahannya

Ketua Umum PP IDAI, Dr. Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A(K), menghimbau dalam sambutannya di Seminar Media IDAI agar orang tua waspada akan potensi penyakit.
Intan Riskina Ichsan
Intan Riskina Ichsan - Bisnis.com 10 Mei 2022  |  17:08 WIB
Anak Sakit - boldsky.com
Anak Sakit - boldsky.com

Bisnis.com, JAKARTA — Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran merupakan momen yang menyenangkan.

Lebaran identik dengan suguhan makanan-makanan lezat dan juga momen pulang kampung (mudik), sehingga pertemuan, mobilitas, dan interaksi dari masyarakat meningkat, padahal pandemi Covid-19 masih belum dinyatakan selesai.

Pada saat mudik, anak butuh perhatian khusus karena bertemu banyak sekali orang. Ketua Umum PP IDAI, Dr. Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A(K), menghimbau dalam sambutannya di Seminar Media IDAI agar orang tua waspada akan potensi penyakit.

“Kita bertemu banyak sekali orang, satu sisi dapat manfaat silaturahmi tapi satu sisi juga harus waspada. Tentu saja berpotensi untuk bisa tertular penyakit-penyakit yang bisa didapatkan di situasi tersebut,” kata Piprim pada Selasa, (10/05/2022).

Ketua UKK Gastro-Hepatologi IDAI, DR. Dr. Muzal Kadim, Sp.A(K), menjelaskan bahwa gangguan saluran cerna pasca lebaran kerap terjadi karena fungsinya yang kompleks.

“Saluran cerna fungsinya sangat kompleks, termasuk untuk nutrisi makanan masuk keluar, metabolik berbagai hormone dan enzim, kemudian untuk imunitas karena merupakan organ kekebalan terbesar. Terjadi gangguan saluran cerna karena semakin kompleks maka semakin sering gangguan,” jelas Muzal.

Dia melanjutkan, terjadinya gangguan disebabkan oleh berbagai faktor yang biasanya terjadi pada saat liburan lebaran.

“Muntah, kembung, diare, sakit perut, intolerensi dan alergi makanan, serta konstipasi, terjadi pada anak secara umum apalagi lebaran karena ada hal-hal yang berlebihan. Contohnya seperti perubahan pola kehidupan sehari-hari, kelelahan, stres, penruurnan imunitas, makan tidak teratur, kurang tidur, dan berkumpul dengan orang banyak,” lanjutnya.

Berkaitan dengan hepatitis akut, Muzal menjelaskan bahwa hepatitis akut (terutama hepatitis A dan E) penularannya lewat saluran cerna dan adenovirus bisa lewat saluran napas. Jadi pencegahan harus tetap dilakukan untuk kedua jalan tersebut.

“Pencegahan kedua jalan yaitu mencegah penularan lewat saluran cerna dan melanjutkan protokol Covid-19. Kita lebih baik waspada keduanya baik dari saluran cerna maupun saluran nafas. Dengan cara menjaga kebersihan tangan, makanan, air, dan lingkungan,” kata Muzal.

Ketua UKK Infeksi Tropik IDAI, DR. Dr. Anggraini Alam, Sp.A(K), juga mengatakan hal yang sama. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) harus diterapkan untuk mencegah berbagai penyakit khususnya pada anak-anak.

“PHBS diterapkan dan hati-hati saat anak suka comot sana sini dan lupa cuci tangan. Protokol kesehatan terutama pake masker dan jauhi kerumunan, untuk anak-anak usia balita memang belum ada vaksinasi namun jika sudah 6 tahun ke atas segera divakssinasi,” himbau Anggraini.

Perihal simpang siur antara kaitan vaksininasi dengan hepatitis misterius, Anggraini menegaskan bahwa hal tersebut tidak ada hubungannya.

“Tidak ada hubungan antara pemberian vaksin Covid dengan kejadian hepatitis misterius, sudah terbukti bahwa di Inggris 75% justru anak-anak kecil balita yaitu populasi yang belum mendapatkan vaksin,” pungkasnya.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

anak penyakit lebaran
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top