Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Cara Mencegah Hepatitis Bagi Anak dan Lansia, Ini Saran dari Menkes Budi

Gejala yang ditemukan pada pasien-pasien hepatitis adalah mual, muntah, diare berat, demam, kuning, kejang dan penurunan kesadaran. Ini cara mencegah penyakit tersebut.
Novita Sari Simamora
Novita Sari Simamora - Bisnis.com 10 Mei 2022  |  14:36 WIB
Virus hepatitis A - webmd
Virus hepatitis A - webmd

Bisnis.com, JAKARTA - Penyakit hepatitis mulai banyak ditemukan di beberapa negara. Gejala yang muncul pegal, muntah, dan mual.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan bahwa bila gejala tersebut sudah muncul, maka sebaiknya pasien membawa segera diperiksakan ke fasilitas kesehatan terdekat.

"Tes yang perlu dilakukan adalah SGPT/SGOT, angka normal di level 30. Kalau sudah di atas 100, maka sebaiknya dibawa ke rumah sakit," seperti dikutip dari Youtube, Selasa (10/5/2022).

Menkes Budi menyarankan kepada masyarakat untuk lebih rutin menjaga kebersihan, dengan cara mencuci tangan setiap keluar dan masuk rumah, mengonsumsi makanan bersih dan tidak jajan sembarangan.

Lebih rinci, gejala yang ditemukan pada pasien-pasien hepatitis adalah mual, muntah, diare berat, demam, kuning, kejang dan penurunan kesadaran.

Kini, Kementerian Kesehatan RI tengah berupaya untuk melakukan investigasi penyebab kejadian hepatitis akut ini melalui pemeriksaan panel virus secara lengkap. Dinas kesehatan Provinsi DKI Jakarta sedang melakukan penyelidikan epidemiologi lebih lanjut.

“Selama masa investigasi, kami menghimbau masyarakat untuk berhati-hati dan tetap tenang. Lakukan tindakan pencegahan seperti mencuci tangan, memastikan makanan dalam keadaan matang dan bersih, tidak bergantian alat makan, menghindari kontak dengan orang sakit serta tetap melaksanakan protokol kesehatan,” kata Juru Bicara Kementerian Kesehatan dr. Siti Nadia Tarmizi.

Untuk diketahui, kasus hepatitis misterius pada anak ini pertama kali ditemukan di Inggris dengan 10 kasus pada 5 April 2022.

Dalam catatan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) kasus tersebut juga terjadi di beberapa negara seperti Irlandia, Spanyol, Israel, Denmark, Belanda, Italia, Prancis, Norwegia, Romania, Belgia, Jepang, dan Kanada. Terbaru, kasus Hepatitis misterius juga ditemukan di Singapura pada awal Mei.

Sementara itu, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengimbau masyarakat untuk waspada dengan mengenali gejala dan upaya pencegahannya.

Adapun, gejala hepatitis misterius di antaranya penurunan kesadaran, demam tinggi atau riwayat demam, perubahan warna urin (gelap) atau feses (pucat), gatal, nyeri sendi, pegal-pegal, demam tinggi, mual, muntah, nyeri perut, lesu, hilang nafsu makan, dan diare.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

budi gunadi sadikin menkes hepatitis
Editor : Novita Sari Simamora

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top