Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Makanan yang Boleh dan Tidak Boleh Dimakan Saat Tifus

Makanan yang mengandung protein dan asam lemak omega-3 baik bagi pasien yang terkena tifus karena mengurangi peradangan dalam tubuh.
Alifian Asmaaysi
Alifian Asmaaysi - Bisnis.com 13 Juli 2022  |  01:02 WIB
Makanan yang Boleh dan Tidak Boleh Dimakan Saat Tifus
Pisang dan susu - istimewa
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Tifus adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri umum yang hampir menginfeksi sebanyak 21,5 juta orang setiap tahun di seluruh dunia. Lalu, apa makanan yang dianjurkan serta dipantang untuk dikonsumsi saat tubuh menderita penyakit tersebut?

Tifus merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri Salmonella typhimurium (S. typhi). Tifus sering ditularkan melalui makanan dan air minum yang terkontaminasi. Umumnya, penyakit mudah berkembang di tempat dengan fasilitas sanitasi yang buruk. 

Dua gejala utama yang muncul pada saat tubuh terinfeksi tifus adalah demam dan ruam. Gejala lain bisa termasuk kelelaahan, sakit perut, sembelit dan sakit kepala.

Jika tifus terdeteksi secara dini, penyakit ini dapat ditangkal dengan antibiotik. Namun, jika tidak segera mendapatkan pertolongan, tifus bisa berakibat fatal. Oleh karena itu, perlu untuk mengikuti pedoman dan tindakan yang tepat jika seseorang menderita gejala seperti yang telah disebutkan diatas.

Selain itu, makanan sebagai sumber energi dan nutrisi bagi tubuh juga menjadi faktor penentu. Saat dalam masa pemulihan, tubuh memerlukan nutrisi yang cukup. Berikut daftar makanan apa saja yang dianjurkan untuk dikonsumsi dan dihindari saat menderita Tifus.

Makanan yang harus dihindari saat tifus

1. Makanan mentah

Hindari mengonsumsi buah dan sayuran mentah yang tidak dikupas dan dicuci dengan baik. Terutama selada dan buah-buahan seperti beri yang tidak dapat dikupas. Sebagai alternatif, Anda dapat mengonsumsi pisang, alpukat, dan jeruk bisa jadi pilihat tepat untuk dikonsumsi. Tetapi pastikan Anda mengupasnya sendiri.

2. Makanan berserat tinggi

Makanan tinggi serat dapat secara drastis mengganggu sistem pencernaan. Oleh karena itu, jauhi makanan berserat seperti barley, oat, brokoli, dll sampai sembuh.

3. Makanan pedas dan berminyak

Makanan yang mengandung rempah-rempah, bumbu, minyak, dan asam asetat dapat memperparah peradangan pada usus. Oleh karena itu, para penderita tifus disarankan untuk menghindari makanan seperti cabai, merica, cuka, saus pedas, saus salad, buah-buahan dan sayuran kalengan.

4. Sayuran penyebab perut kembung

Sayuran seperti kubis Brussel, brokoli, kubis, asparagus, dan kembang kol diketahui menyebabkan kelebihan gas. Sayuran ini mengandung raffinose, yaitu gula kompleks yang sulit untuk dicerna tubuh. Dengan demikian, mereka harus dihindari.

5. Bawang merah dan bawang putih

Anda harus menghindari makanan dengan rasa yang kuat seperti bawang merah dan bawang putih karena dapat menyebabkan peradangan.

makanan yang harus dihindari saat tipus

Bawang merah dan bawang putih adalah makanan yang harus dihindari saat sakit tifus

Makanan yang dianjurkan untuk dikonsumsi

1. Makanan yang kaya akan asam lemak omega-3

Makanan seperti kedelai, kacang-kacangan, biji-bijian dan telur kaya akan asam lemak omega-3. Mereka bermanfaat bagi pasien yang terkena tifus karena mengurangi peradangan dalam tubuh.

2. Makanan kaya karbohidrat

Makanan tinggi karbohidrat diperlukan untuk menyediakan energi bagi tubuh. Karena energi hilang selama demam tifoid, makanan semi padat adalah pilihan yang baik untuk memulihkan energi pasien karena lebih mudah dicerna. Makanan seperti bubur, puding buah, telur rebus, kentang panggang, madu, dan nasi harus dikonsumsi.

3. Cairan dan buah-buahan dengan kandungan air yang tinggi

Cairan dan buah-buahan membantu memulihkan kadar air dalam tubuh yang terkuras selama demam tifoid dan menyebabkan dehidrasi. Jadi, konsumsilah cairan yang cukup dalam bentuk jus buah segar, air kelapa, air jeruk nipis, dll. Dan tambahkan buah-buahan kaya kandungan air seperti semangka, anggur, dan aprikot ke dalam makanan.

4. Makanan berkalori tinggi

Saat menderita typhoid, pasien dianjurkan untuk makan makanan berkalori tinggi dan mengonsumsi makanan seperti kentang rebus, pisang, nasi rebus, pasta, dan roti tawar. Makanan seperti itu memberi kekuatan dan energi bagi pasien tifus.

5. Produk susu

Produk susu merupakan bagian penting dari diet ketika menderita demam tifoid. Jika Anda tidak suka susu, Anda selalu bisa mengonsumsinya dalam bentuk yoghurt dan buttermilk.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tifus Gejala Penyakit pisang buah karbohidrat
Editor : Novita Sari Simamora
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top