Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Review Film: Sri Asih Jadi Harapan Kembali Populernya Adisatria Indonesia

Karakter Sri Asih karena film ini diangkat dari komik yang ditulis R.A Kosasih pada 1954 dan sudah ada fanbase sendiri
Akbar Evandio
Akbar Evandio - Bisnis.com 19 November 2022  |  14:33 WIB
Review Film: Sri Asih Jadi Harapan Kembali Populernya Adisatria Indonesia
Film Sri Asih tayang di bioskop
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Jagat Sinema Bumilangit akhirnya resmi merilis Adisatria kebanggaan Indonesia, bernama Sri Asih yang merupakan jagoan wanita pertama yang tampil di layar lebar.

Meskipun perilisannya sempat tertunda, di mana Sri Asih akan tayang bertepatan dengan hari lahir Pevita Pearce yaitu 6 Oktober, tetapi akhirnya karya ini resmi tayang di bioskop Indonesia mulai 17 November 2022. Film yang disutradarai oleh Upi dan ditulis oleh Upi & Joko Anwar ini menjadi film kedua di Jagat Sinema Bumilangit. 

Pemeran film Sri Asih Pevita Pearce menjelaskan bahwa jika perannya sebagai tokoh Sri Asih adalah peran yang sangat menantang dan pertama kali dia alami.

"Menurut aku, karakter Alana ini jawaban dari keresahan aku selama ini. Aku merasa drama sudah, horor sudah, apalagi yang belum? Oh, action yang belum," ujarnya, dikutip melalui rilisnya, Sabtu (19/11/2022).

Pevita melanjutkan, perannya sebagai Sri Asih menuntutnya untuk fokus dalam serangkai latihan dan pendalaman karakter yang memakan waktu hingga satu setengah tahun.

"Beban juga sih memerankan karakter Sri Asih karena film ini diangkat dari komik yang ditulis R.A Kosasih pada 1954 dan sudah ada fanbase sendiri. Bebannya apakah bisa membawa Sri Asih ini dalam hasil yang memuaskan atau membekas di hati. Semoga kalian suka," imbuhnya.

Penyebabnya,  menghidupkan karakter jagoan legendaris Sri Asih, karya maestro komik R.A Kosasih, menuntut Pevita Pearce memerankannya dengan sempurna, Meski begitu dia optimistis minat penonton terhadap film Sri Asih memberikan harapan kembali populernya komik-komik klasik Indonesia. 

“Sejak puluhan tahun lalu sebenarnya Indonesia kaya akan cerita dan karakter komik. Dengan menonton film Sri Asih, publik jadi mencari tahu lebih banyak tentang komik klasik Indonesia. Sri Asih adalah Kebangkitan,” pungkas Pevita 

Film kedua Jagat Sinema Bumilangit Sri Asih ini juga dibintangi oleh Jefri Nichol, Christine Hakim, Reza Rahadian, Dimas Anggara, Surya Saputra, Randy Pangalila, Jenny Zhang, Dimas Anggara, Revaldo, Faradina Mufti, Fadly Faisal dan Messi Gusti.

Film Sri Asih adalah bagian dari Jagat Sinema Bumilangit, yang dibuka dengan patriot pertamanya, yaitu Gundala yang tayang pada 29 Agustus 2019. Sri Asih kini dihadirkan sebagai patriot ke-2.

Tak sampai di situ, keluasan Jagat Sinema Bumilangit akan berlanjut pada film film dan serial-serial lain yang tengah diproduksi oleh pihak studio, Screenplay Bumilangit. Di antaranya Virgo and the Sparklings yang dibintangi Adhisty Zara yang akan tayang di bioskop juga serial Tira yang diperankan oleh Chelsea Islan untuk khusus tayang di kanal Disney+.

Review Film Sriasih

Dengan lebih dari 1.200 karakter komik yang dipunyai oleh Bumilangit, dapat dipastikan Jagat Sinema Bumilangit akan menjadi sajian yang menghibur, dengan terobosan penceritaan dan produksi yang memuaskan untuk penonton Indonesia.

Memilih Sri Asih untuk menjadi film kedua dari jagat Bumilangit dapat dikatakan menjadi pilihan yang tepat, sebab konsep cerita yang dibawa terkesan lebih matang dan unggul dibanding rilisan Jagat Sinema Bumilangit pertama, Gundala (2019). 

Proyek pun memperlihatkan bahwa Bumilangit Cinematic Universe (BCU) selalu belajar untuk melengkapi kekurangan Gundala yang menuai beragam respons saat tayang tiga tahun lalu, apalagi produksi film ini juga memakan waktu hingga tiga tahun sampai akhirnya rilis pada pertengahan November 2022. 

Alhasil, film garapan Upi ini mampu mengungguli Gundala pada sejumlah bagian. Mulai dari penceritaan yang lebih fokus dan tidak menghadirkan tokoh Bumilangit secara klimaks kepada penonton sehingga Sri Asih menjadi poros utama dari film ini.

Film ini praktis memberi gambaran yang lebih gamblang mengenai arah cerita Jagat Sinema Bumilangit apalagi perkenalan singkat mengenai sejarah bumilangit juga disiratkan secara mulus tanpa terkesan dipaksakan sehingga bagi penonton yang tidak membaca komiknya akan tetap memahami arah cerita yang akan dibawakan.

Kemudian, untuk bagian pertarungan tak diragukan bahwa dedikasi Pevita berlatih bela diri terbayar lunas lewat adegan laga film tersebut. Bahkan, efek CGI di berbagai adegan juga tak terkesan lebay dan sesuai dengan porsinya. Di sisi lain, kostum yang dikenakan Sri Asih dan villain utama tampak cocok dan menambah nuansa film ini menjadi lebih menegangkan.

Namun, tak ada gading yang tak retak, tentunya film ini masih menyimpan segudang catatan. Salah satunya, mulai dari penulisan dialog untuk menyampaikan kritik sosial lewat sejumlah karakter pun terasa canggung dan kaku. 

Saat Alana kecil berbicara pun terkesan seperti bukan kata yang sesuai untuk keluar dari mulut anak kecil lantaran begitu formal sehingga kesan tak luwes tersebut memang kebanyakan muncul saat para karakter mengutarakan sebuah narasi yang penting dan serius.

Namun, perjalanan Sri Asih tetap patut untuk disaksikan di Bioskop sejak 17 November 2022.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Film film indonesia Sinopsis Film
Editor : Novita Sari Simamora
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top