Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Film Sri Asih Diundur Penayangannya, Sutradara Minta Maaf

Sri Asih dari jagat Sinema Bumilangit diundur penayangannya hingga 17 November 2022 karena masalah produksi.
Restu Wahyuning Asih
Restu Wahyuning Asih - Bisnis.com 03 Oktober 2022  |  19:20 WIB
Film Sri Asih Diundur Penayangannya, Sutradara Minta Maaf
Film Sri Asih tayang di Bioskop
Bagikan

Bisnis.com, SOLO - Film Sri Asih yang dibintangi oleh Pevita Pearce diundur penayangannya hingga 17 November 2022.

Sri Asih sebelumnya dijadwalkan tayang serempak di bioskop-bioskop Indonesia pada 6 Oktober mendatang.

Sutradara Sri Asih, Upi, meminta maaf kepada para penggemar yang telah menunggu perilisan film dari jagat Sinema Bumilangit ini.

Ia mengungkapkan bahwa film superhero ini bisa saja langsung tayang, namun dirinya tak mau memberikan hasil yang akan membuat ekspektasi penggemar menurun.

"Saya bisa saja melepas Sri Asih ke publik sesuai tanggal yang telah diumumkan, tapi hasilnya yang tidak sempurna akan jadi pengkhiatanan bagi para kru dan pemain yang telah memberikan kepercayaan terbaik dari mereka, dan pengkhianatan bagi kepercayaan teman-teman yang telah teman-teman berikan kepada saya," tulis Upi di media sosial bumilangit pada Senin (3/10/2022).

Miliki budget puluhan miliar

Seperti yang diketahui, Jagat Sinema Bumilangit akan menghadirkan film Sri Asih yang merupakan jagoan pertama yang tampil dalam cergam Indonesia dan diciptakan oleh Bapak Komik Indonesia, R.A. Kosasih.

Sri Asih muncul pertama kali sekitar setengah abad yang lalu, tepatnya pada 1953. 

Produser Film Sri Asih Wicky V. Olindo mengatakan bahwa film yang dibuatnya ini mengalokasikan bujet yang cukup besar karena menghadirkan efek khusus computer-generated imagery (CGI) yang terbaik.

Meskipun tidak menyebut secara eksplisit berapa bujet yang digunakan untuk menggarap film dari Adisatria wanita pertama tersebut, tetapi ketika ditanyakan oleh Bisnis apakah proses produksi menghabiskan dana sekitar Rp20 Miliar, Wicky menyangkalnya.

“Lebih [Rp20 miliar], bahkan jauh sekali, bujet Indonesia itu sekarang jauh sekali untuk membuat film, semua besar. Film Indonesia sudah mahal-mahal sekarang, sudah besar-besar bahkan produksi pun kebanyakan sudah menyiapkan lebih banyak dana untuk proses produksi film,” katanya.

Dia mengatakan bahwa proses pembuatan skenario, produksi, hingga rilis memakan waktu sampai 2 tahun. Film ini juga menghabiskan biaya produksi hampir Rp50 miliar.

Sementara itu, Sutradara Sri Asih Sartri Dania Sulfiati atau akrab disapa Upi mengatakan bahwa film Sri Asih menggunakan banyak efek khusus computer-generated imagery (CGI) untuk menghidupkan adegan-adegan laga tersebut.

"CGI mungkin 60 persen dari filmnya. Cukup banyak, ada 1.000 shot CGI, karena saat menjadi superhero dia pakai tenaga-tenaga super dan lawannya juga supervillain dan kita akan lihat final battle yang epik nanti," kata Upi.

Upi melanjutkan bahwa film Sri Asih dibuat selama tiga tahun. Waktu yang panjang itu disebabkan oleh pandemi Covid-19.

"Produksinya tertunda sampai enam kali. Soalnya, ada kru yang positif dan harus dirumahkan, ada protokol kesehatan yang sangat ketat juga selama menggarapnya," tuturnya.

Sekadar informasi, keluasan Jagat Sinema Bumilangit akan berlanjut pada film dan serial lain yang tengah diproduksi oleh pihak studio Screenplay Bumilangit, seperti Virgo and the Sparklings, dan serial Tara yang akan tayang di Disney+ Hotstar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Film film indonesia Pevita Pearce
Editor : Restu Wahyuning Asih
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top