Ilustrasi mengelola keuangan melalui konsep frugal living/financialexpress.com
Entertainment

Slow Living vs Frugal Living, Mana yang Cocok untuk Anda?

Maretha Uli Hutagalung
Selasa, 25 Juli 2023 - 16:27
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Belakangan ini, gaya hidup slow living dan frugal living sedang ramai dibicarakan. Keduanya adalah prinsip yang diterapkan dalam menjalani hidup.

Kedua gaya hidup ini diterapkan dengan dua fokus yang berbeda. Namun, dasar keduanya sama, yakni ingin memiliki pola hidup yang lebih baik dan efisien.

Berikut perbedaan slow living dan frugal living, dan tipe manakah yang cocok dengan Anda.

Slow Living

Saat ini, segalanya berjalan serba cepat. Tapi, tidak semua orang nyaman dengan pola hidup yang mengikuti arus cepat tersebut. Ada yang memilih bersantai, menikmati hidup yang sederhana dan tidak diburu-buru. Inilah yang disebut dengan slow living, seperti yang dilansir dari Sloww dan Simple Minded.

Pada prinsipnya, seseorang yang menerapkan slow living akan menjalani hari dengan santai dan mengutamakan kualitas dari kuantitas. Fokus utamanya adalah memberikan perhatian penuh bagi kegiatan yang intensional dan berdampak.

Orang dengan slow living cenderung memiliki rutinitas tetap yang mengutamakan kesadaran dan perawatan diri. Kunci utamanya adalah menjauhi teknologi, hidup minimalis, dan mendekatkan diri dengan alam dan orang lain.

Manfaat slow living adalah meningkatkan kesehatan dan yang terutama, memiliki banyak waktu. Meminimalisasi penggunaan gawai bisa membantu mengurangi energi negatif. Di samping itu, slow living juga menerapkan gaya hidup sehat dengan pola makanan yang seimbang.

Orang yang menerapkan slow living juga menerapkan prinsip berkelanjutan. Berkelanjutan bisa diaplikasikan di banyak hal, seperti konsumsi makanan organik dan liburan berkelanjutan.

Jika Anda merasa membutuhkan hidup yang lebih santai dan berkualitas, ini mungkin saatnya untuk menerapkan slow living.

Tips untuk memulai slow living, dilansir dari Simple Minded:

1. Luangkan waktu.

Di tengah kesibukan, luangkan waktu setidaknya satu jam untuk fokus pada diri Anda. jauhkan semua pekerjaan, gawai, atau bahkan televisi yang bisa mendistraksi. Istirahatlah dengan menikmati teh atau membaca buku.

2. Menikmati alam

Waktu yang berkualitas bisa Anda habiskan dengan berinteraksi dengan alam. Udara segar dan pemandangan hijau akan menenangkan pikiran Anda.

3. Menjaga pola makan

Dalam memilih makanan, Anda bisa mulai mengurangi makanan olahan dan memilih opsi vegan atau vegetarian. Anda tidak harus menjadi vegan atau vegetarian seketika, cukup dengan mengonsumsi non-hewani beberapa kali.

Frugal Living

Selain slow living, terdapat gaya hidup lain yang cukup berbeda, dengan fokus utama adalah pada pengelolaan uang. Penerapannya adalah dengan mengurangi jumlah barang yang dimiliki dan berhemat. Melansir dari Wealth Simple dan A Girl Being Frugal, gaya hidup ini disebut frugal living.

Orang yang menerapkan frugal living biasanya memiliki tujuan finansial tertentu, misalnya menabung untuk masa pensiun sehingga bisa hidup santai di luar kota besar. Dari tujuan tersebut, pengelolaan finansial dan penghematan dilakukan secara berkelanjutan.

Frugal living juga menerapkan minimalisme, terutama dalam pengeluaran. Orang dengan gaya hidup frugal living hanya membeli barang yang diperlukan, mengusahakan untuk memanfaatkan barang bekas, dan tidak boros.

Prinsip berhemat juga diterapkan dengan menambah proporsi tabungan dan menyimpan aset. Pada tempat tinggal, orang yang menjalankan frugal living memilih rumah yang kecil dan ekonomis.

Dalam hal makanan, frugal living berarti mengurangi pengeluaran untuk makanan dengan cara memasak sendiri dan tidak mengonsumsi terlalu banyak makanan mewah atau mahal. Prinsip zero waste juga diterapkan dalam pengelolaan makanan.

Jika Anda memiliki keinginan untuk menabung untuk masa depan, atau memulai hidup hemat, frugal living adalah gaya hidup yang cocok diterapkan.

Tips memulai frugal living, dilansir dari Simple Minded:

1. Membuat pembukuan

Catat semua pemasukan, pengeluaran, dan tabungan Anda. Selain itu, buat anggaran yang menjadi panduan Anda dalam mengelola uang. Fungsinya adalah agar Anda tahu untuk apa saja uang yang Anda gunakan dan Anda dapat mengontrolnya.

2. Meminimalisasi rumah

Tata kembali rumah Anda dan perhatikan kegunaan setiap barang. Jika ada barang yang sudah tidak digunakan lagi, Anda bisa menjual atau membuangnya.

3. Buat rencana makan

Saat memasak sendiri, sebaiknya buat rencana harian atau mingguan di awal agar Anda bisa membeli bahan sesuai kebutuhan. Guna membuat rencana ini adalah agar tidak ada bahan makanan yang terbuang.

Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro