Priyanka Chopra: Dari Putri Kecantikan Hingga Pejuang Kesetaraan Gender

Aktris multitalenta berdarah India ini mengaku perjalanannya sebagai bintang adalah hasil dari usaha dan ketidaksengajaan. Dalam wawancara dengan E! News pada 2013, Chopra membeberkan bahwa ia tidak pernah berencana masuk ke industri hiburan.
Iim Fathimah Timorria | 02 Desember 2018 15:59 WIB
Nick Jonas dan Priyanka Chopra - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Pasangan aktris Priyanka Chopra dan penyanyi sekaligus aktor Nick Jonas resmi mengikat janji pernikahan di India, Sabtu (1/12/2018).

Kendati hubungannya dengan Nick Jonas baru terjalin sejak setahun belakangan, Priyanka Chopra tercatat telah mencetak prestasi di panggung Hollywood sejak lama.

Aktris multitalenta berdarah India ini mengaku perjalanannya sebagai bintang adalah hasil dari usaha dan ketidaksengajaan. Dalam wawancara dengan E! News pada 2013, Priyanka Chopra membeberkan bahwa ia tidak pernah berencana masuk ke industri hiburan.

"Aku sama sekali tidak mengerti bisnis hiburan. Aku merasa jalan hidupku adalah sebagai akademisi. Cita-citaku dulu adalah ingin jadi insinyur penerbangan, merakit pesawat, bekerja di NASA," kisah Priyanka.

Meski demikian, bakat untuk menghibur itu tetap dimiliki Priyanka. Saat remaja ia memutuskan pindah dari India ke Amerika Serikat untuk belajar seni teater. Ia tinggal bersama salah seorang tantenya selama tiga tahun sebelum kembali ke India.

Saat itulah perjalanan karier hiburan Chopra dimulai. Semua berawal dari foto pemotretan yang dikirim sang ibu ke panitia Miss India.

"Ibuku melihat foto-foto itu," kata Priyanka ke ABC seperti dilansir E! News.

"Tentu saja, ibu tetaplah ibu. Ia mengirim foto itu ke Miss India, dan aku menjadi Miss Indiam," lanjutnya.

 Priyanka Chopra kemudian mewakili India di ajang Miss World 2000. Ia berhasil keluar sebagai juara dan menjadi perempuan ke-4 India yang berhasil memenangi gelar tersebut.

Gelar Miss World membawa Priyanka Chopra ke panggung ketenaran. Tak butuh waktu lama bagi Bollywood untuk melirik talentanya.

"Tawaran bermain film datang setelah aku memenangi Miss World, responku saat itu adalah aku akan mencobanya," kenang Priyanka.

Ia lalu memutuskan untuk berhenti kuliah demi mengejar karier di dunia akting. Film debutnya berjudul The Hero: Love Story of a Spy rilis pada tahun 2003 dan menjadi film dengan pendapatan tertinggi ketiga saat itu.

Perjalanan karier Priyanka setelah itu terlihat menjanjikan. Tawaran film dan penghargaan silih berganti ia terima. Tak hanya di India, pengaruh Priyanka Chopra pun menjalar sampai ke Amerika.

Namanya kian melejit saat ia membintangi drama televisi Quantico yang diputar oleh stasiun televisi ABC sejak September 2015 hingga Agustus 2018. Ia menjadi perempuan Asia Selatan pertama yang menjadi pemeran utama di ABC.

Meski sukses memerankan peran tersebut, Priyanka Chopra mengaku masih menghadapi tantangan, baik sebagai perempuan dan aktris kulit berwarna. Beberapa waktu lalu, ia dikabarkan tidak memperoleh sebuah peran karena warna kulitnya.

Ia pun aktif mengkampanyekan kesetaraan gender, terutama dalam isu kesenjangan upah antara perempuan dan lelaki.

Pernah mengalami ketidakadilan tersebut di Bollywood maupun Holyywood, Priyanka bercerita pada InStyle bahwa ia siap menuntut haknya.

"Aku seorang produser, jadi aku memahami berapa nilai seorang aktor dalam sebuah proyek. Jadi ketika membicarakan uang, aku tidak akan meminta jumlah yang tidak masuk akal dengan kontribusiku. Semuanya berawal dari logika bahwa aku pantas memperoleh jumlah yang sesuai dengan yang kuberikan di depan layar," kata Priyanka.

Keberanian Priyanka itu berkaca dari bagaimana ia diperlakukan dalam keluarganya. Ia mengungkapkan bahwa orang tuanya selalu memperlakukan ia dan saudara lelakinya secara setara.

"Orang tuaku tidak pernah membedakanku dengan saudaraku. Kami dibesarkan secara setara. Kami diajarkan untuk membuat opini sendiri, membuat keputusan, dan memiliki keyakinan yang berani," kata Priyanka.

"Aku yakin banyak perempuan di dunia dibesarkan dengan konstruksi bahwa kami harus dilindungi dan tidak bisa hidup tanpa dukungan orang lain. Namun sekarang kita berada di masa ketika perempuan bisa begantung pada dirinya sendiri," tegasnya.

Sumber : E! News

Tag : film
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top