INDONESIAN IDOL 2012: Dugaan pelecehan gender dilaporkan ke KPI

JAKARTA: Aliansi Masyarakat Peduli Acara Televisi Indonesia (Ampati) akan melaporkan acara Indonesia Idol 2012 ke Komisi Penyiaran Indonesia (KPI)  pada 4 April 2012 terkait dengan dugaan pelecehan identitas gender yang dilontarkan oleh juri Ahmad
Inda Marlina
Inda Marlina - Bisnis.com 03 April 2012  |  11:57 WIB

JAKARTA: Aliansi Masyarakat Peduli Acara Televisi Indonesia (Ampati) akan melaporkan acara Indonesia Idol 2012 ke Komisi Penyiaran Indonesia (KPI)  pada 4 April 2012 terkait dengan dugaan pelecehan identitas gender yang dilontarkan oleh juri Ahmad Dhani dan Anang Hermansyah.Hartoyo, salah satu aktivis hak identitas gender, mengatakan pihaknya akan mengadukan dugaan pelecehan tersebut ke KPI beserta dengan sejumlah aktivis perempuan lainnya, seperti Musdah Mulia, Jim Aditya dan Helga Worotitjan."Kami akan melaporkan dugaan pelecehan  yang ada dalam acara tersebut  ke KPI,  besok pukul 14.00 nanti," ujarnya saat dikonfirmasi Bisnis di Jakarta,  Selasa 3 April 2012.Indonesia Idol pada tahun ini adalah program yang ketujuh dan disiarkan  oleh televisi Rajawali Citra Televisi Indonesia (RCTI) setiap Jum'at pukul 21.00 WIB. Selain Ahmad Dhani dan Anang Hermansyah, juri lainnya adalah Agnes Monica. Ketiganya adalah pekerja seni.Menurut Hartoyo, dugaan pelecehan identitas gender itu terjadi ketika juri menilai penampilan calon peserta laki-laki yang dianggap terlalu feminin atau tidak maskulin. Kemudian muncul ungkapan dari juri seperti banci, kurang macho, seperti wandu. Wandu merupakan sebutan untuk laki-laki feminin di Jawa Timur.Selain itu, paparnya, tak jarang perkataan dan sikap juri mengarah pelecehan dan mentertawakan calon peserta Idol.  "Bukankah banyak penyanyi dunia baik laki-laki atau pun perempuan yang sukses tidak mengacu pada penampilan maskulin ataupun feminin?" kata Hartoyo. (ra)

 

>> BACA ARTIKEL LAINNYA

+ Berita BISNIS INDONESIA hari ini

+ Mau tahu HARGA EMAS?

+ Indonesia harus lebih berperan di Ekonomi Asean

 

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Basilius Triharyanto
KOMENTAR


0   Komentar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top