HARI KARTINI: Empat desainer berbagi kebaya

JAKARTA: Empat desainer mode Ibu Kota merancang kebaya klasik dan modern untuk menyemarakkan kegiatan bertema Kartini Berbagi yang diselenggarakan oleh sekelompok perempuan yang bergabung dalam wadah Cantiq.com.
Zulkarnaini Muchtar | 21 April 2012 07:18 WIB

JAKARTA: Empat desainer mode Ibu Kota merancang kebaya klasik dan modern untuk menyemarakkan kegiatan bertema Kartini Berbagi yang diselenggarakan oleh sekelompok perempuan yang bergabung dalam wadah Cantiq.com.

 

Perancang itu adalah Didiet Maulana, Andre Frenkie, Adjie Notonegoro, dan Raden Sirait. Mayoritas kebaya yang diperagakan tersebut tampil mewah dan glamor yang bertabur kristal.

 

Didiet Maulana. Dia menampilkan kebaya dengan bentuk leher yang agak terbuka, kebaya multi fungsi dengan balero yang bisa dilepas, sehingga dapat dipakai dalam berbagai kesempatan. Kebaya rancangannya juga dilengkapi dengan ornamen kristal. Hadir dengan pilihan warna orange lembut, biru, kuning, ungu.

 

Pada peragaan busana tersebut, dia juga melelang 5 koleksi terbaiknya. Kebaya dengan sentuhan warna pastel yang lembut dipadu koleksi ikat Indonesia dengan mengusung wastra Padang, Songket Pandai Sikek. Kelimanya terjual dengan harga berkisar Rp9 juta-Rp15 juta.

 

Andre Frankie yang dikenal dengan pengerjaan kebaya dengan hand made menampilkan kebaya dengan berbagai pilihan yang sesuai pakam dan kebaya modern. “Saya memadukan kebaya dengan kain tenun Bali.”

 

Andrea yang lulusan Lembaga Pendidikan Tata Busana Susan Budihardjo 1996 itu menampilkan kebaya dengan berbagai variasi. Misalnya, bustier dirancang menyatu dengan busana, sehingga langsung berada di bagian luar kebaya.

 

Kebaya rancangannya terlihat mewah dan glamor dengan kilauan kristal svarosvki. Warna aplikasi kristalnya ada yang hijau, marun, pink, merah, atau ungu yang serasi dengan warna-warna kain sarung.

 

Adjie Notonegoro pada kesempatan tersebut menampilkan kebaya modern dengan ukuran panjang. Beberapa rancangannya juga dipadu padankan dengan kain tenun, batik atau rok dengan hiasan kristal.

 

Berbeda dengan kebaya rancangan Raden Sirait yang kebanyakan menampilkan kebaya modern dan dipasangkan dengan kain tradisional salah satunya songket Toba, Sumatra Utara.

 

Eksplorasi Raden Sirait tidak sampai di situ, dia juga merancang kebaya yang dipasangkan dengan rok ball gawn dari bahan sutra. (reni.efita@bisnis.co.id) (tw)

 

>> BACA JUGA ARTIKEL LAINNYA:

+ Berita BISNIS INDONESIA hari ini: S&P ogah buat INVESTMENT GRADE?

+ INDONESIAN IDOL 2012: BELINDA pulang!

+ PESAWAT JATUH, 127 penumpang TEWAS

+ ACEH kembali diguncang GEMPA 5,9 SR

+ INDONESIAN BONDS sets for Weekly GAIN

+ MANCHESTER UNITED Value rises to $2.2 Billion

+ DAHLAN ISKAN mengintili TIGA PEREMPUAN

+ WISHNUTAMA mau buka RESTO dan bikin EO?

+ DIVE SITES: Indonesian big problem, FISHERMAN BLAST

 

 

Tag :
Editor : Nadya Kurnia

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top