Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Konsultasi HIV/AIDS Kini Bisa Lewat Telepon

Bisnis.com, JAKARTA— Untuk memberi informasi dan pemahaman kepada masyarakat tentang peanggulangan HIV/AIDS, Pemerintah DKI Jakarta kini memiliki layanan Konseling HIV dan AIDS melalui telepon.
Rahmayulis Saleh
Rahmayulis Saleh - Bisnis.com 07 Oktober 2013  |  17:20 WIB

Bisnis.com, JAKARTA— Untuk memberi informasi dan pemahaman kepada masyarakat tentang peanggulangan HIV/AIDS, Pemerintah DKI Jakarta kini memiliki layanan Konseling HIV dan AIDS melalui telepon.

Layanan baru dari Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi (KPAP) DKI Jakarta ini, menjawab kebutuhan masyarakat untuk mengakses informasi, termasuk berkonsultasi terkait HIV dan AIDS dengan mudah, serta terjamin kerahasiaannya,

“Layanan Hotline Konseling HIV dan AIDS, atau yang dikenal dengan HOKHA’s ini, dapat diakses oleh masyarakat di 12 nomor telepon,” kata Rohana Manggala, Sekretaris KPAP DKI Jakarta, dalam rilisnya Senin sore (7/10/2013).

Keduabelas nomor telepon tersebut, katanya, masing-masing dua nomor di lima wilayah DKI Jakarta, dan dua nomor konsultasi di KPAP DKI Jakarta. Nomor-nomor tersebut adalah:

  •  HOKHA’s Provinsi DKI Jakarta 0852 8139 7029 dan 0852 8145 9142
  • HOKHA’s Jakarta Pusat 0852 8139 6715 dan 0852 8139 6716
  • HOKHA’s Jakarta Utara 0852 8139 6718 dan 0852 8139 6728
  • HOKHA’s Jakarta Barat 0852 1256 2027 dan 0852 1256 2077
  • HOKHA’s Jakarta Selatan 0852 1257 9262 dan 0852 1285 1774
  • HOKHA’s Jakarta Timur 0852 8718 4661 dan 0852 1169 5364

 

Rohana menuturkan kegiatan ini sebagai tindak lanjut dari arahan Wakil Gubernur Basuki Tjahya Purnama, selaku Ketua Pelaksana KPAP DKI Jakarta, untuk menampung kebutuhan masyarakat tentang pentingnya informasi penanggulangan HIV dan AIDS di Ibukota ini.

“Layanan ini sangat dibutuhkan masyarakat, agar mereka paham dan tahu secara benar. Terutama langkah-langkah sebelum dan apa yang bisa dikerjakan terlebih dahulu untuk penanggulangan HIV,” katanya. 

Sebelumnya, lanjut Rohana, konseling HIV/AIDS dilakukan melalui program Voluntary Counseling and Testing (VCT). Sasaran VCT lebih kepada populasi kunci, atau masyarakat yang berisiko tinggi.

Sasarannya seperti wanita pekerja seks baik langsung maupun tidak langsung, gay, waria, laki-laki seks laki-laki, pengguna narkoba suntik, laki-laki berisiko tinggi, pelanggan waria, pasangan pelanggan seks dan pengguna narkoba suntik, serta warga binaan permasyarakatan.

Menurut dia, di DKI Jakarta, program dan layanan pencegahan HIV dan AIDS dapat diakses di Puskesmas dan rumah sakit. Saat ini DKI Jakarta memiliki 55 layanan VCT, 36 layanan Infeksi Menular Seksual, 38 Layanan Jarum Suntik Steril, 18 layanan Program Terapi Rumatan Metadon.

Selain itu juga ada 24 Rumah Sakit Dukungan Layanan dan Pengobatan, 11 layanan Pencegahan Transmisi dari Ibu ke Anak, 26 lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang melakukan penjangkauan, serta 43 Layanan TB HIV. 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

telepon hiv
Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top