Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kentungan Operasi Prostat Menggunakan Robot

Pakar kesehatan dari Medical Specialist Centre Gleneagles Ho Siew Hong menilai pembedahan kanker prostat menggunakan robot dapat mengurangi nyeri pascaoperasi.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 10 Februari 2015  |  13:10 WIB
Ruang operasi - Ilustrasi
Ruang operasi - Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA-- Pakar kesehatan dari Medical Specialist Centre Gleneagles Ho Siew Hong menilai pembedahan kanker prostat menggunakan robot dapat mengurangi nyeri pascaoperasi.

"Operasi dengan robot yang dikontrol dokter bedah melalui layar tiga dimensi cenderung menghasilkan sayatan kecil dengan ukuran lebih tepat dibandingkan jika dilakukan dengan konvensional, ini akan mengurangi rasa nyeri," ujar Ho Siew Hong di Jakarta, Senin (9/2/2015).

Hong yang juga berprofesi sebagai konsultan bagian urologi dan laparaskopi ini mengatakan operasi dengan cara konvensional berpotensi menghasilkan sayatan yang lebih panjang karena terdapat getaran dari tangan pembedah.

Getaran tangan tersebut menyebabkan luka pada pasien menjadi lebih panjang dan dapat menimbulkan pendarahan yang lebih banyak, sehingga nyeri pascaoperasi akan bertahan lebih lama.

"Getaran yang menghasilkan sayatan yang tidak tepat itu biasanya dikarenakan dokter merasa letih, karena operasi kanker prostat memakan tiga hingga empat jam," ungkap dokter yang kerap melatih sejumlah tenaga kesehatan Urologi dari Indonesia, Myanmar, Filipina, dan India ini.

Selain itu, keuntungan pembedahan yang dibantu robot ini membuat pasien hanya perlu tinggal di rumah sakit selama dua hingga tiga hari dan bisa kembali bekerja dalam dua minggu.

Hal ini berbeda dibanding operasi konvensional yang mengharuskan pasien tinggal selama empat hingga lima hari dan baru bisa kembali bekerja setelah satu bulan kemudian.

Oleh karena itu, operasi dengan robot ini kemudian diminati banyak penderita kanker prostat di Singapura.

"Kebanyakan pasien memang meminta robotic surgery, peminatnya mencapai hingga 80 persen di sana," katanya.

Namun, jenis pembedahan ini hanya dapat dilakukan bagi penderita kanker prostat stadium satu dan dua, sedangkan bagi penderita kanker dengan stadium lanjut akan diobati dengan radiasi dan pengawalan hormon agar kelenjar prostat tidak menyebar.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

prostat

Sumber : Antara

Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top