Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KELAMIN RANCU: 4 Bersaudara Ini Bingung, Wanita atau Pria?

Empat bersaudara anak pasangan T, 45, dan S, 39, warga Desa Sokaraja, Bumijawa, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, mengalami gangguan Congenital Adrenal Hyperplasia (CAH) atau kerancuan kelamin.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 13 Maret 2015  |  06:53 WIB
Jenis kelamin - Livescience.com
Jenis kelamin - Livescience.com

Bisnis.com, SEMARANG— Empat bersaudara anak pasangan T, 45, dan S, 39, warga Desa Sokaraja, Bumijawa, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, mengalami gangguan Congenital Adrenal Hyperplasia (CAH) atau kerancuan kelamin.

Saat ini, keempat bersaudara berusia 18, 12, 4, dan 2 tahun tersebut menjalani pengobatan dan pendampingan dari Tim Penyesuaian Kelamin RS Dokter Kariadi Semarang.

Kerancuan yang dimaksud adalah keempat bersaudara ini secara genetik adalah perempuan dengan bentuk kelamin menyerupai vagina. Tapi, ada bagian membesar yang berpotensi seperti kelamin laki-laki.

“Jadi bukan berkelamin ganda, tapi rancu,” kata Sultana M.H. Faradz, Ketua Tim Penyesuaian Kelamin yang juga Direktur Center for Biomedical Research, Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro, Kamis (12/3/2015).

Para penderita CAH biasanya memiliki hormon laki-laki atau androgen yang lebih dominan dari pada hormon perempuan. Kelainan ini disebabkan kelainan genetik yang menurun dari kedua orangtua. Meski sejatinya perempuan, dua dari empat bersaudara tersebut, yang berusia 12 dan 4 tahun, secara identitas gender berpenampilan dan diperlakukan seperti layaknya seorang laki-laki.

Bisa Disembuhkan

Menurut Sultana, gangguan itu bisa disembuhkan. Karena itu, Tim Penyesuaian Kelamin tidak merekomendasikan keempat bersaudara itu melakukan operasi perubahan kelamin.

Tim sedang mengupayakan agar kepala daerah bersedia menjadi orang tua angkat atau mengalokasikan biaya pengobatan bagi warganya yang menderita kelainan itu.

“Karena pengobatannya seumur hidup,” ujar anggota Tim Penyesuaian, Agustini Utari.

Tim Penyesuaian Kelamin juga bersedia memberi asistensi kepada tim dokter di Tegal untuk memberikan pendampingan kepada penderita.

“Kalau tiap kali kontrol harus ke Semarang, sangat memberatkan,” ujar Agustini.

Dia menambahkan, selain empat bersaudara tersebut masih ada satu lagi warga Sokasari yang juga menderita kerancuan kelamin.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

alat kelamin

Sumber : Tempo.co

Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top