Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Mau Punya Anak Cerdas? Ini Caranya

Anak yang cerdas selain karena faktor genetik, juga didorong oleh faktor nutrisi dan stimulus.
Yanita Petriella
Yanita Petriella - Bisnis.com 30 Mei 2015  |  18:50 WIB
Mau Punya Anak Cerdas? Ini Caranya
perkembangan otak anak dimulai saat berada di dalam kandungan, ilustrasi - cbsnews.com,au
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA -- Anak yang cerdas selain karena faktor genetik, juga didorong oleh faktor nutrisi dan stimulus.

Dokter Spesialis Kandungan Dr. dr. Ali Sungkar mengatakan perkembangan otak si kecil dimulai saat berada di dalam kandungan.

"Dalam empat minggu pertama yakni 28 hari, tabung sel otak selesai terbentuk sehingga nutrisi dibutuhkan," ujarnya di Jakarta, Sabtu (30/5/2015).

Otak merupakan bagian yang tidak pernah berhenti berkembang. Pada waktu lahir, otak belum berhenti berkembang dan belum sempurna yakni baru 50%. Oleh karena itu, sang ibu bersama dokter anak yang bertanggung jawab dalam memberikan stimulus dan mengembangkan otak si kecil.

"Kalau ortunya nyusuin sambil nonton sinetron dan membalas pesan elektronik tanpa mengajak ngobrol si anak atau tidak mengajak main maka otak anak tidak berkembang," kata Ali.

Otak anak akan berkembang kurang lebih 80% pada umur 2 hingga 3 tahun. Pada masa itulah, bahasa bisa diajarkan kepada anak. Namun, perkembangan otak anak ini dapat menurun dari 50% saat dia lahir apabila tidak diberikan stimulus.

"Kalau tidak diberikan stimulus, intelektual, dan bahasa maka bisa saja dari 50% perkembangam otak anak pada saat lahir itu dapat menurun. Oleh karena itu, dokter anak juga perlu mempersiapkan sang ibu untuk memberikan stimulus saat bayi lahir. Karena 50% otak telah berkembang, sisanya tanggung jawab orangtua untuk memberikan stimulus," terang Ali.

Dokter Spesialis Anak Tumbuh Kembang, Dr. dr. Soedjatmiko, Sp.A(K), M.Si menambahkan ketiga faktor yakni genetik, stimulus dan nutrisi sama-sama penting bagi perkembangan otak.

"Lebih baik anak diberikan stimulasi dan nutrisi yang cukup walaupun potensi (genetik) rendah dibandingkan potensinya besar tapi stimulasi dan nutrisinya kurang karena memperlambat perkembangan otak," ucapnya.

Oleh karena itu, dibutuhkan peran ayah dan ibu untuk memberikan nutrisi dan stimulus bagi buah hati sejak di dalam kandungan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kesehatan anak
Editor : Gita Arwana Cakti
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top