Jumlah Penonton Picu Film Angkat Kisah di Novel Best Seller

Cerita yang diangkat dari novel best seller masih menjadi daya pikat bagi produser untuk dituangkan dalam film layar lebar. Jumlah penonton yang pasti dinilai menjadi daya pikat novel laris diangkat menjadi sebuah film.
Azizah Nur Alfi | 02 Agustus 2015 10:00 WIB
Aktor Christopher Lee berperan sebagai Penyihir putih Saruman di film The Lord of The Rings/lotrwikiacom - yus
 
Film dari Novel Best Seller: Penonton yang Pasti Jadi Daya Pikat
Bisnis.com, JAKARTA - Cerita yang diangkat dari novel best seller masih menjadi daya pikat bagi produser untuk dituangkan dalam film layar lebar. Jumlah penonton yang pasti dinilai menjadi daya pikat novel laris diangkat menjadi sebuah film.
 
Sebut saja Catatan Akhir Kuliah yang tayang serentak pada 30 Juli 2015 diangkat dari novel best seller karya Sam Maulana dengan judul yang sama. Sebelumnya, Surga Yang Tak Dirindukan yang tayang pada 15 Juli 2015 diangkat dari novel best seller karya Asma Nadia dengan judul yang sama. Sedangkan film dari novel laris Ketika Mas Gagah Pergi karya Helvy Tiana Rosa akan diproduksi dua bulan lagi.
 
Line produser film Ketika Mas Gagah Pergi Adha Muawiah melihat salah satu keuntungan film yang diangkat dari novel laris adalah pasar (penonton) yang sudah pasti. Setidaknya film ini akan menjaring penonton dari pembaca novelnya. Mereka yang telah membaca novel tersebut lebih antusias untuk menonton filmnya, selanjutnya membandingkan dengan cerita dalam novel tersebut. Tidak puas pada penonton dari kalangan pembaca, tim promosi akan membidik penonton baru yakni mereka yang belum membaca novel tersebut.
 
Namun, novel laris tidak menjadi jaminan bagi sebuah film menuai kesuksesan serupa dengan novelnya. Adha melihat hal ini tergantung bagaimana tim produksi mengemas cerita novel tersebut. Tantangan paling berat untuk film yang diangkat dari novel laris ini adalah menuangkan bahasa tutur menjadi bahasa visual. Bagaimana mengakomodir keinginan pembaca setianya tapi juga mampu membaca keinginan dari penonton rutin, di luar pembaca, Ini yang akan menentukan kesuksesan sebuah film, terangnya.
 
Adha menuturkan tren film layar lebar yang diangkat dari novel laris sudah dimulai sejak lama. Jika dirunut beberapa tahun terakhir, tren ini mulai sejak penayangan film Ayat-Ayat Cintapada 2008 yang diangkat dari novelbest seller dengan judul yang sama karya Habiburrahman El Shirazy. Di tahun yang sama, kemudian berlanjut pada film Laskar Pelangi dari novel karya Andrea Hirata. Tren ini masih berlanjut pada tahun berikutnya hingga saat ini, seperti penayangan film Ketika Cinta Bertasbih pada 2009. Mutu cerita yang baik pada akhirnya mengantarkan film adaptasi novel menjadi sukses di pasaran.
 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
industri film

Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top