Angela Indirawati Simatupang: Kunci Sukses dengan Bersyukur

"If you want to go fast, go alone. If you want to go far, go together.
Azizah Nur Alfi | 10 Januari 2016 05:40 WIB
Angela Indirawati Simatupang. - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA - "If you want to go fast, go alone. If you want to go far, go together.”

Selarik peribahasa asal Afrika ini cukup pas menggambarkan sosok Angela Indirawati Simatupang. Menjalankan tanggung jawab sebagai Managing Partner of Governance Risk Control (GRC) di kantor akuntan publik dan konsultan RSM Indonesia, dia dipercaya untuk membina dan mengawasi kinerja dari 30 orang karyawannya.

“Awalnya, divisi Governance dan Risk Control hanya dijalankan oleh lima orang dan semuanya baru lulus kuliah. Namun, sekarang sudah berkembang menjadi 30 orang,” ujarnya.

Angela mengaku bukan perkara mudah dalam mengelola divisi ini. Kekuatan tim untuk maju bersama diartikan setiap anggota tim bertanggung jawab untuk membimbing siapapun yang belum paham atas tugas dan visi divisi ini. Bagi Angela, tim yang berada di bawah kepemimpinannya harus kuat agar dapat memberikan layanan yang terbaik dan memuaskan bagi klien.

"Saya membuat orang nyaman berada di bawah saya. Jangan sampai membuat hal yang sangat minor yang akan merusak kenyamanan bekerja," tuturnya.

Gaya kepemimpinannya yang khas ini tidak lepas dari pengalaman jatuh bangun meniti karier. Jejak kariernya diawali dengan terjun di di bidang Corporate Finance & Transaction Support di GRC selama lima tahun. Kemudian, dia dikirim untuk bekerja dan mendalami jasa risk advisory di RSM Australia.

Sepulang dari Australia, alumni Management of Technology and Minor in International Business, The University of Sydney, Australia, 2002 diberi kepercayaan mengembangkan bisnis GRC di RSM Indonesia. Keseriusannya pengembangan bisnis jasa ini dibuktikan dengan mengambil lima sertifikasi.

Selama 15 tahun setia menekuni bidang risk advisory tidak lepas dari kepuasan batinnya jika hal-hal penting yang direkomendasikan kepada klien dijalankan dan bermanfaat. Menurutnya, kesenangan saat menyelesaikan tugas dapat diperoleh ketika ada passion dalam menjalankannya.

Kepuasan yang sama juga dirasakan saat dirinya ditunjuk menjadi anggota tim penyusun pedoman Governance yang menjadi tugas Komite Nasional Kebijakan Governance pada 2006.

Prinsip Bersyukur

Daya juang yang besar dalam meniti profesinya ini tidak lepas dari prinsip hidup yang dipegang teguh. Dia selalu bersyukur pada apa saja yang diamanahkan padanya. Bahkan, ketika banyak orang melihat pekerjaan yang overload dianggap sebagai beban, dia justru melihatnya sebagai kesempatan untuk ajang pembuktian diri.

Rasa memiliki atas perusahaan tersebut membuatnya mampu memberikan yang terbaik untuk kemajuan perusahaan. “Jika perusahaan maju, dia akan maju. Begitu juga kalau perusahaan sejahtera, dia akan sejahtera,” katanya.

Menjadi perempuan yang tangguh tidak lepas dari dorongan dan pelajaran yang diberikan sang ayah yang mengajarkan untuk berani mencoba dan tidak takut gagal dalam segala bidang. "Yang penting kamu harus coba. Kalau jatuh tidak apa-apa," ujarnya.

Dukungan serupa juga diperoleh saat dirinya saat awal merintis karier di RSM AAJ. Bergabungnya dengan perusahaan internasional ini tidak lepas dari keinginan ayahya yang menginginkan dirinya bekerja di kantor akuntan publik dan konsultan.

Karier yang terus menanjak, menurutnya, tidak lepas dari peran orang tua yang tidak banyak memberikan tekanan, tuntutan pada anaknya, apalagi membandingkan dengan karier orang lain. Menurutnya, tanpa ada tekanan tersebut membuatnya mampu bekerja sebaik mungkin dan berprestasi.

Diskusi bersama sang ibu yang juga pernah bekerja di Badan Pemeriksa Keuangan sebelum akhirnya pensiun dan bersama dua kakanya yang bergerak di bidang hukum, membuatnya makin percaya diri menghadapi klien. Singkatnya, bagi Angela, keluarga adalah teman diskusi. "Sehingga ketika berbicara dengan klien, ada banyak spektrum di otak saya, katanya.

Di balik profesinya, rupanya Angela merupakan petualang sejati. Setiap tahun, setidaknya satu negara harus dikunjunginya. Bukan untuk berbelanja seperti kebanyakan perempuan, dia justru menikmati mengunjungi situs sejarah dan museum yang ada di negara yang disambanginya. "Kalau sudah melihat museum rasanya happy. Bahwa orang pada zaman dahulu pintar sekali. Dan dari situ saya tahu bahwa sejarah dunia itu berputar," katanya. ()

Biodata:

Nama: Angela Indirawati Simatupang
Tanggal Lahir: 24 Juni 1975

Pendidikan:
-    Sarjana Ekonomi Akuntansi dari Universitas Trisakti, Indonesia, 1999
-    Master of Commerce, Major in Management of Technology and Minor in International Business, The University of Sydney, Australia, 2002

Sertifikat profesional:
-    Certified Internal Control Specialist (CICS) (Cert.No: 2006)
-    Certified Internal Auditor (CIA) (Cert. No. 69836)
-    Certified in Risk & Information Systems Control (CRISC) (Cert. No. 1002032)
-    Certification in Risk Management Assurance (CRMA)
-    Enterprise Risk Management Certified Professional (ERMCP)(ERMCP-3110372)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
artis

Sumber : Bisnis Indonesia, Minggu (10/1/2016)

Editor : Fatkhul Maskur

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top