Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Koleksi Busana Autumn-Winter 2016 Dipamerkan di New York

Pekan mode New York (New York Fashion Week) resmi dibuka Kamis (11/2/2016) di tengah-tengah udara dingin dan prospek dunia mode yang juga dianggap cukup dingin.
Andhina Wulandari
Andhina Wulandari - Bisnis.com 11 Februari 2016  |  13:41 WIB
Koleksi busana Anna Sui di New York Fashion Week Spring-Summer 2016 - Reuters
Koleksi busana Anna Sui di New York Fashion Week Spring-Summer 2016 - Reuters

Bisnis.com, NEW YORK – Pekan mode New York (New York Fashion Week) resmi dibuka Kamis (11/2/2016) di tengah-tengah udara dingin dan prospek dunia mode yang juga dianggap cukup ‘dingin’.

Sejumlah desainer dan rumah mode mulai mencari cara baru untuk bisa memikat para konsumennya. Pada musim ini, acara yang sebelumnya dikenal eksklusif kini berada di dua sisi, yakni acara khusus untuk para undangan atau dibuka untuk umum.

Acara peragaan busana kini menjadi lebih terbuka dan memberi kesempatan bagi publik untuk menyaksikan langsung, tentunya melalui streaming di ponsel.

“Struktur pekan mode yang tradisional, khususnya di New York, mulai berubah pada beberapa musim terakhir,” kata Alexandra Ilyashov, fashion editor dari situs gaya hidup Refinery29.

Industri tersebut, menurutnya, secara serius mengevaluasi ulang masa depan dari sebuah peragaan busana terutama dengan kemajuan dunia digital saat ini.

Lebih dari 230 ribu orang menghadiri New York Fashion Week pada bulan Februari ini untuk melihat rancangan terbaru untuk musim gugur, sementara pada September nanti akan dipamerkan koleksi busana untuk musim semi.

Namun pekan mode tersebut kini mulai berubah, dari sebuah acara yang eksklusif untuk para kritik dan buyer menjadi sebuah pertemuan untuk menjaring konsumen secara langsung.

“Untuk siapa sebenarnya pekan mode itu?” pertanyaan yang terpampang di artikel majalah Vogue pekan ini, mengisyaratkan bahwa pekan mode tahunan itu memiliki dua tipe penonton.

Pertama adalah para editor mode dan buyer yang merencanakan secara awal pemotretan di majalah serta inventaris mereka. Kedua adalah konsumen, yang tidak ingin menunggu enam bulan untuk mendapatkan koleksi yang telah mereka lihat melalui Instagram dan Twitter.

Desainer Tom Ford membatalkan peragaan busananya pada bulan Februari ini dan berencana memamerkan koleksi musim gugurnya pada September, sehingga konsumen bisa langsung membelinya begitu koleksi itu diperlihatkan di runway.

Sementara desainer Rebecca Minkoff akan menampilkan koleksi musim seminya sekarang.

Pada musim ini, pekan mode juga akan menghadirkan debut album baru Kanye West berjuduk Waves, sekaligus lini fashion miliknya, Yeezee. Selain itu ada pula koleksi busana olahraga kolaborasi Rihanna dan Puma.

Pekan mode di New York juga akan menampilkan koleksi dari para desainer ternama, seperti Marc Jacobs, Diane von Furstenberg, Ralph Lauren, Calvin Klein, dan masih banyak lagi, yang akan berlangsung hingga 18 Februari 2016.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

new york fashion week

Sumber : Reuters

Editor : Andhina Wulandari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top