Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

WABAH DBD: 19 Orang Meninggal di Kaltim

Awal tahun 2016, Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) mencatat 19 orang meninggal dunia akibat demam berdarah dengue (DBD), dengan jumlah penderita 1.641 orang.
Muhamad Yamin
Muhamad Yamin - Bisnis.com 15 Februari 2016  |  16:12 WIB
WABAH DBD: 19 Orang Meninggal di Kaltim
Sejumlah pasien penderita demam berdarah dengue (DBD) menjalani perawatan di RSUD Ungaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Kamis (4/2). - Antara

Bisnis.com, SAMARINDA – Awal tahun 2016, Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) mencatat 19 orang meninggal dunia akibat demam berdarah dengue (DBD), dengan jumlah penderita 1.641 orang.

Berdasarkan catatan tersebut, Kaltim telah masuk fase Kejadian Luar Biasa (KLB) DBD.

Kepala Pencegahan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinkes Kaltim Soeharsono mengatakan, KLB ditetapkan masing-masing kepala daerah kabupaten/kota.

“Penderita dan korban jiwa DBD awal tahun 2016 ini sangat tinggi, dibanding 2015. Sejak tahun 2013 sampai sekarang tren angka penyakit akibat virus dengue ini terus meningkat di Kaltim. Ini pertanda pencegahan penyakit DBD di daerah-daerah kabupaten/kota belum maksimal,” kata Soeharsono, Senin (15/2/2016).

Untuk mencegah bertambahnya korban jiwa, Dinkes Kaltim meminta setiap daerah menggalakkan satu rumah satu jumantik.

Soeharsono mencontohkan, daerah Panajam Paser Utara membuat terobosan untuk cegah DBD dengan “pojok abate”, sehingga warga yang butuh abate bisa datang ke lokasi yang disediakan. Abate ini lalu dibawa warga untuk ditaburkan di rumah.

“Kasus DBD ini terjadi musiman mengikuti cuaca hujan yang tinggi akan semakin banyak terjadi DBD. Kami sudah lama pelajari kasus ini. Sejak November 2015, kasus DBD ini terus meningkat ke bulan Desember masuk ke Januari 2016 sampai April. Puncak kasus DBD, memang pada bulan Januari dan Februari ini,” jelas Soeharsono.

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

demam berdarah
Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top