Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

TIPS SEHAT: Hipertensi Picu Demensia

Demensia adalah disfungsi visuo-spasial. Gejalanya antara lain sering tersesat di jalan dekat rumahnya sendiri, lupa di mana berada, lupa bagaimana harus ke tempat tersebut dan tidak tahu bagaimana kembali ke rumah
Rezza Aji Pratama
Rezza Aji Pratama - Bisnis.com 21 Februari 2016  |  00:32 WIB
TIPS SEHAT: Hipertensi Picu Demensia
Ilustrasi - usdoj.gov
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA- Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan salah satu penyakit yang jamak diderita masyarakat Indonesia.

Hipertensi adalah kondisi ketika terjadi gangguan pada sistem peredaran darah hingga menyebabkan kenaikan tekanan darah di atas normal yaitu 140/90 mmHg.

Pada umumnya, hipertensi jarang sekali menjadi penyakit tunggal. Para penderita hipertensi yang berobat, biasanya sudah dalam tahap lanjut dan mengidap komplikasi. Padahal, hipertensi sebenarnya merupakan jenis penyakit yang bisa dicegah dengan melakukan pola hidup sehat.

Di seluruh dunia, hipertensi menjadi penyebab utama penyakit jantung.

Kelainan jantung sendiri masih menjadi pembunuh nomor satu di seluruh dunia.

“Selain itu, hipertensi juga menjadi salah satu penyebab utama demensia,” tutur Dokter Spesialis Penyakit Dalam Yuda Turana,.

Salah satu gangguan yang sering terjadi akibat demensia adalah disfungsi visuo-spasial. Gejalanya antara lain sering tersesat di jalan dekat rumahnya sendiri, lupa di mana berada, lupa bagaimana harus ke tempat tersebut dan tidak tahu bagaimana kembali ke rumah.

Untuk itu, Yuda menghimbau masyarakat agar menjalankan pola hidup sehat guna mengurangi risiko hipertensi. Hal itu bisa dilakukan dengan cara tidak merokok atau mengonsumsi akohol. Selanjutnya, mengonsumsi obat hanya bisa diberikan ketika pasien penderita hipertensi sudah mengubah pola hidupnya.

Hingga kini, kata Yuda, pengetahuan masyarakat dan tenaga kesehatan di Indonesia soal hipertensi masih sangat rendah. Menurut riset, sekitar 60% penderita hipertensi justru tidak menyadari kalau dirinya memiliki penyakit tersebut.

Sementara itu, 80% di antaranya tidak melakukan pengecekan terhadap tekanan darah mereka.

Hipertensi memang tidak bisa disembuhkan. Namun, penyakit itu bisa diredam dengan melakukan pengukuran tekanan darah secara teratur.

Pengukuran ini penting karena selain darah tinggi, tekanan darah rendah juga memiliki risiko yang sama besarnya.

Pegukuran tekanan darah bisa dilakukan selama tujuh hari dalam seminggu. Waktu yang baik biasanya dilakukan pada pagi dan malam hari dalam posisi duduk.

Sebelum melakukan pengukuran tekanan darah, pasien harus beristirahat lebih dahulu sekitar lima menit dan menghindari makanan yang dapat meningkatkan tekanan darah tinggi

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Demensia

Sumber : Bisnis Indonesia Weekend (21/2/2016)

Editor : Linda Teti Silitonga
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top