Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Bedaknya Diduga Bikin Kanker, Johnson & Johnson Dituntut Rp965 Miliar

Juri di pengadilan negara bagian Missouri, Amerika Serikat memerintahkan Johnson & Johnson (J&J) untuk membayar US$72 juta atau Rp965 miliar kepada keluarga wanita yang meninggal akibat menggunakan bedak Baby Powder perusahaan itu.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 25 Februari 2016  |  13:53 WIB
Bedak berbentuk tepung - guardian
Bedak berbentuk tepung - guardian

Bisnis.com, JAKARTA - Juri di pengadilan negara bagian Missouri, Amerika Serikat memerintahkan Johnson & Johnson (J&J) untuk membayar US$72 juta atau Rp965 miliar kepada keluarga wanita yang meninggal akibat menggunakan bedak Baby Powder perusahaan itu.

Jackie Fox dari Birmingham, Alabama meninggal karena kanker rahim tahun lalu pada usia 62 tahun setelah menggunakan bedak bubuk tersebut selama puluhan tahun.

Keluarganya memandang perusahaan tersebut mengetahui risiko bedak dan gagal memberitahu para konsumen. Tetapi, J&J menyangkal keputusan pengadilan itu dan sedang mempertimbangkan untuk banding. Para peneliti mengatakan kaitannya dengan kanker rahim tidak terbukti.

Seorang juru bicara perusahaan mengatakan," Kami memiliki tanggung jawab yang lebih besar terkait kesehatan dan keamanan konsumen, dan kami kecewa dengan keputusan pengadilan."

"Kami bersimpati dengan keluarga penuntut, tetapi menegaskan keyakinan bahwa keamanan bedak bubuk kosmetik didukung bukti ilmiah puluhan tahun," ujarnya sebagaimana dikutip BBC.co.uk, Kamis (25/2/2016).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kanker bedak
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top